Rabu, 05 April 2017

 
Komunitas MRCA (instagram.com/komunitasmrca)



Siapa yang tidak kenal dengan Merry Riana, seorang pengusaha sukses Indonesia yang berhasil meraih $1.000.000 pertamanya ketika ia masih muda. Profilnya pun dimuat di artikel "The Straits Times" dan dia pun berhasil menjadi pemenang dalam kategori Creative and Innovative Person Of The Year di Indonesian Choices Awards.

Ya, komunitas ini pun dibuat oleh seorang pengusaha sukses yang bernama Merry Riana beserta suaminya pada tahun 2013 untuk memilih para pemuda-pemudi aktif di seluruh Indonesia dan belajar resep kesuksesan serta hal lainnya yang menunjang kehidupan, tanpa dipungut biaya apapun.

Ya, di komunitas ini, para Ambassador belajar mengenai keuangan, motivasi, public speaking, coaching dan sebagainya yang sangat  berguna bagi para ambassador.

Tertarik untuk mengikuti komunitas? klik bit.ly/PendaftaranMRCABatch6 dan pilih referall Dewi Sri Tunjungsari (penulis artikel web sekaligus founder web menusa ini) dan konfirmasi ke 08992458233 via whatsapp untuk langkah selanjutnya.

Senin, 03 April 2017


Pada 19 Maret lalu,Institut STIAMI dan Global Peace Foundation mengadakan International U-Gen Assembly dengan tema “Moral and Innovative Leadership for Peace and Development. Young People Taking Lead in SDGs, Nation and Character Building." Acara ini dihadiri oleh para perwakilan pembicara dari Global Peace Foundation yang kece abis. 

Pada seminar Global Peace STIAMI, diadakan 3 sesi materi. Sesi pertama adalah  mengenai isu-isu SDGs yang saat ini sedang gencar diperbincangkan untuk diselesaikan, seperti di antaranya kemiskinan, kelaparan, kesehatan dan lain-lain. Pada sesi ini, peserta dibagi perkelompok untuk membicarakan tentang isu SDGs dan langkahnya.

Pada sesi kedua, dibicarakan mengenai attitude, creative dan confident. Sebagai anak muda, peserta harus menumbuhkan jiwa kreatif, positif attitude dan selalu semangat!

Pada sesi ketiga, dibicarakan mengenai cara membangun startup demi memberikan solusi bagi berbagai permasalahan.

Nah, yang paling seru, disesi akhir diadakan foto bersama. Harapan dari adanya seminar ini adalah setiap peserta mampu menjadi leader masa depan yang memberikan solusi.

Salam GPF!

Mengintip Nusantara-Media Partner U-Gen Assembly

Gambar diambil dari: facebook global peace foundation.

Jumat, 10 Maret 2017

"Cara terbaik meramal masa depan adalah dengan menciptakannya." - J. K. Rowling

------------------------------------------
Leadership sangat dibutuhkan dalam setiap perjalanan hidup semua manusia. Di era globalisasi sekarang ini, manusia dituntut untuk tidak hanya bersaing dalam kanca nasional, tapi juga dalam kanca internasional.
Hanya mereka yang mempersiapkan dirinya dari sekaranglah yang nantinya akan menguasai masa depan!!!

Dengan demikian, maksimalkan seoptimal mungkin diri Anda untuk menjadi Manusia yang mampu melampui dirinya, mengalahkan dirinya, demi tujuan hidup yang lebih sejahtera, sukses, dan bahagia di semua aspek kehidupan Anda.

============================
🔊 BEM Institut STIAMI presents 🔊
-International Seminar-
🗣👥 U-Gen Assembly👥
📃 Tema : Moral and Innovative Leadership for Peace and Development Young People Taking The Lead In Nation & Character Building
📃 Sub tema : Build youth leadership as capital to increase the economic of nation

You must learn & practice : bagaimana cara agar kita bisa berpikir, bertindak, membangun moral dengan mempunyai jiwa kepemimpinan agar kita bisa menjadi THE BEST LEADERSHIP

📢 Acara ini diselenggarakan 📢 :
📆 Minggu, 19 Maret 2017
⏰ 07:00 s/d 12:00
🏢 Hotel Grand Cempaka (Jl. Letjend Suprapto, Cemp. Putih, Jakarta Pusat)*
📣 Terbuka untuk *UMUM, hanya untuk 200 peserta*
💰 HTM only 30K untuk UMUM, dan HTM untuk Mahasiswa/i Institut STIAMI only 23K

Kalian akan dapat apa aja sih di seminar ini? DONT AFRAID ! kalian akan dapat :
📓 Materi yang bermanfaat
📜 E-Sertifikat
🍱 Konsumsi

🎊 Bersama pembicara - pembicara yang luar biasa. Yang sudah sering tampil di panggung internasional dan berkontribusi atas pengembangan karakter pemuda di seluruh dunia. Sekarang Giliran Indonesia!!🎊 :
⚫Dr. Teh Su Tye ( CEO Global Peace Foundation Malaysia )
⚫Shintya Rahmi Utami ( GM Global Peace Foundation Indonesia)
⚫James poon ( International Partnership Global Peace Foundation )

If you want to present this seminar, dont forget you must registration :
📄 Registration with steps :
Nama Lengkap_Asal Kampus_Jurusan_Semester_No HP_Email
📞 Contact Person :
Wiranda Fitri Afiani ( 083871839566 )

Setelah kalian selesai registrasi silahkan melakukan pembayaran seminar sebagai peserta. DONT FORGET AGAIN TO :
➡ melakukan pembayaran ke rekening 💳 Bank BRI No Rek: 0934-01-02-10-24-53-5 ( Atas Nama : Aulia Shinta Amelia )
➡ Setelah melakukan pembayaran, selanjutnya silahkan kirim bukti pembayaran ke WA yg Atas Nama Wiranda Fitri Afiani ( 083871839566 ).

⚪REGISTRASI pendaftaran hanya lewat WA atau SMS ⚪
============================

" Semua hal butuh niat. Tp hanya mereka yang bergeraklah yang akan jd pemimpin, sisanya hanya akan jadi pemimpi."

You wait for what again? So, Grab It Fast Guys.

Follow up this made by menusa
media partner

Minggu, 22 Januari 2017

European Union dan Euro Management Indonesia berkerja sama melakukan kegiatan workshop Beasiswa Erasmus+ di Kantor Euro Management Indonesia, Jakarta Pusat. Acara ini dilaksanakan pada tanggal 18 Januari 2017 dan dihadiri oleh Destriani Nugroho (Programme Officer_Delegation of the European Union to Indonesia and Brunei Darussalam), Alumni Beasiswa Erasmus+, dan Bimo Sasongko, BSAE, MSEIE, MBA  (Ketua Umum Ikatan Alumni Program Habibie, Pendiri Euro Management Indonesia).

 Workshop ini menjelaskan tentang beasiswa erasmus+ tingkat master, doktoral, journalism and media, serta exchange. Tak hanya itu, ada salah satu universitas yang melakukan promosi dan stand stand informasi dari negara-negara di eropa.Yuk raih beasiswa ke Eropa!

Untuk mengetahui beasiswa Erasmus+ : emundus.wordpress.com
Untuk mengetahui informasi studi ke Eropa: euromanagement.co.id
Penulis di Euro Management

Penulis: Dewi Sri Tunjungsari

Jumat, 20 Januari 2017

sumber gambar: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhxWRkGZkKEi8JYv53OyfK1nweZIrJFnuX_bKnGfC1_ZLa1mFfOKmDaA69Up52qu2SlNBdnshhUW6B7opzps46xgf78V2JG6PPRm8KGBtYJtFmtrC08GeTBMYFMm5deNJbedxBetjFMvGWx/s1600/statistik-jejaring-media-sosial-2015-2016.png

Miris sekali saat membaca media sosial saat ini. Banyak yang saling menghujat dan bahkan ada pula yang saling unfriend atau block karena perbedaan pendapat. Saat ini yang sedang gencar adalah perang status dan perang share di antara kubu pro dan kontra aksi damai 4 November dan 2 Desember lalu.

Hanya menduga itu berbahaya. Asal membagi informasi tanpa menyelidiki sumber berita itu jelas atau hanya penuh hoax jauh lebih berbahaya. Fenomena ini semakin marak semenjak terjadi aksi turun ke jalanan pada 4 November atau sering disebut aksi 411, disambung dengan aksi damai yang terjadi beberapa waktu lalu pada 2 Desember. Yang menjadi masalah adalah betapa banyak pengguna medsos yang beralih menjadi ahli kritik paling hebat dan berpotensi memicu pro kontra yang lebih luas.

Kita tetap boleh menyuarakan pendapat karena kebebasan berpendapat karena sudah diatur dalam undang-undang. Namun alangkah baiknya jika sebelum membagi link berita atau menuliskan pendapat tentang hal yang sensitif seperti aksi 212 kemarin, perlu kita saring serta telaah terlebih dahulu. Jika toh ada yang tidak setuju dengan pendapat kita, jangan lantas bersikap keras sampai memaki pilihannya apalagi kalau sampai bertengkar di dunia maya lantas berlanjut dingin di dunia nyata. Betapa lucu sekali karena sebuah pandangan politik yang berbeda maka rasa toleransi serta persaudaraan bisa lenyap.

Dengan ikut menghujat dan saling share, bukannya terlihat keren, yang ada image diri kita akan turun. Facebook, twitter dan medsos lainnya adalah majalah dinding kepribadian kita yang bisa dilihat banyak orang. Hati-hati kalau tidak bijak memakai medsos, kita bisa kehilangan banyak kesempatan. Sudah banyak perusahaan yang menilai kepribadian juga dari isi beranda medsosnya. Kalau kita biasa menghujat, nyinyir dan menghina, bisa jadi kesempatan kerja kita hilang. Atau jika yang hendak berbisnis, bisa kehilangan calon kliennya.

Sebelum membagikan sebuah link berita, cek dulu validnya sumber. Jangan asal share dari link berita yang kurang berimbang. Baca semua fakta dari kedua sisi, supaya pikiran kita terbuka. Jika kita memang cenderung setuju dengan suatu pendapat, jangan menjadi terlalu fanatik sampai menganggap yang berbeda pendapat itu salah.

Indonesia adalah negara Bhinneka Tunggal Ika. Kita selalu mendengungkan prinsip itu tetapi sekarang seolah lupa dengan maknanya. Perbedaan bukan hanya dilihat dari suku, ras dan agama, kini perbedaan itu juga menyangkut pandangan hidup serta pemikiran. Jangan bangga sudah menjadi bangsa yang demokratis jika hanya karena beda pendapat lalu persatuan kita terpecah belah.

Penulis: Reffi Dhinar, Manager Blogging
Menusa

doc. from Almira, Mengintip Nusantara


Hirup sejuk angin pagi membawa kesegaran dan semangat untuk kembali menjalani rutinitas. Ya, tepatnya rutinitas yang dijalani para relawan Ruang Sinau 3 di setiap Sabtunya. Ruang Sinau adalah salah satu project tahunan Turun Tangan Malang dalam bidang pendidikan. Tujuannya yakni untuk membantu SD di Malang dalam tenaga pendidikan, baik akademik maupun non-akademik. Menjelang akhir 2016 ini, Ruang Sinau sudah menginjak yang ketiga. Nah, kali ketiga Ruang Sinau ini dilaksanakan di SD-SMP Satu Atap Donowarih, kecamatan Karangploso, kabupaten Malang, Jawa Timur. Lokasinya tak jauh dari kota Malang. Jika ditempuh dengan motor dengan kecepatan rata-rata bisa menghabiskan waktu kurang dari 1 jam. Di SD-SMP Satu Atap Donowarih ini, ada dua jenjang sekolah, yaitu SD Negeri Donowarih 2 Karangploso dan SMP Negeri 2 Karangploso.

Tiga bulan di Ruang Sinau 3 kali ini dititikberatkan pada pendidikan non-akademik, tepatnya keterampilan. Harapannya, adik-adik disini bisa mengembangkan bakat dan minatnya dengan bantuan dari kakak-kakak relawan disamping pemberian pendidikan akademik oleh guru di sekolah. Ada tujuh kelas keterampilan yang disediakan di Ruang disini. Ketujuh kelas tersebut yakni menulis, menggambar, sepak bola, bola voli, paduan suara, bahasa inggris, dan menari. Para murid antusias sekali dalam belajar di setiap minggunya.

Hingga tiba saat dimana project harus diakhiri, tepatnya pada 17 Desember 2016. Kini, para murid telah memiliki percaya diri dan kemampuan yang mumpuni untuk menunjukkan bakat dan minatnya di hadapan teman, guru, dan para wali murid. Ya, di akhir program ini diadakan acara pentas seni yang juga bertepatan dengan pembagian rapor kepada wali murid.

Hiasan kertas warna-warni di gerbang sekolah dan dekorasi panggung yang apik nan meriah memberi nyawa yang lebih pada halaman sekolah yang nampak kering tersebut. Tepat pukul 10.00 WIB acara pentas seni dimulai. Layaknya acara sekolah lainnya, acara dibuka dengan sambutan kepala sekolah. Dalam sambutannya, kepala sekolah berpesan bahwa semoga adik-adik disini bisa menyerap dan memanfaatkan ilmu yang telah diajarkan oleh kakak-kakak relawan dengan baik.

Acara dilanjutkan dengan penampilan dari ketujuh kelas keterampilan di Ruang Sinau 3 ini. Penampilan pertama datang dari kelas bahasa inggris. Kali ini, kelas bahasa inggris menyuguhkan pembacaan surat berbahasa inggris yang berjudul “A Letter to Teacher”. Selanjutnya disusul oleh kelas menggambar. Kali ini kelas menggambar tidak menampilkan pagelaran pentas yang atraktif. Namun, yang ditampilkan adalah kreasi gambar dari para murid, yaitu lukisan layang-layang yang sekaligus dibawakan dengan nyanyian oleh kelas paduan suara.

Selain menyanyikan lagu layang-layang yang dikolaborasikan dengan kelas menggambar, juga disenandungkan lagu Hymne Guru, Satu Nusa Satu Bangsa, dan Ampar-Ampar Pisang. Harapannya, agar anak-anak tetap bisa menyanyikan lagu-lagu wajib nasional, lagu daerah, dan lagu anak-anak disamping sudah semakin menjalarnya lagu kekinian yang mereka sering nyanyikan. Dari kelas menulis menampilkan puisi yang dibawakan oleh dua murid kelas 2 dan 3 dengan judul “Guruku” dan dua murid kelas 2 SMP yang berjudul “Pelajaran Tata Bahasa dan Mengarang” karya Taufiq Ismail. Kelas menari mengerahkan penari-penari manis dan gemulainya untuk membawakan tarian Ongkek Manis yang memukau para penonton. Untuk kelas sepak bola, bola voli, bahasa inggris, dan menggambar seminggu sebelum pentas seni telah melakukan kompetisi. Sehingga di pentas seni kali ini hanya diumumkan siapa juaranya dan pemberian hadiah. Acara ini ditutup dengan menyanyikan lagu Laskar Pelangi bersama-sama dan juga flashmob dance gummy bear yang dipandu oleh kakak-kakak relawan bahasa inggris.

Kemeriahan tidak hanya terbatas dengan gema acara di panggung, tapi juga di salah satu sudut ruang kelas. Memang ada satu ruang yang dikhususkan untuk pameran. Didalamnya, siapapun bisa melihat rangkaian kegiatan para murid dan relawan setiap Sabtu dalam tiga tersebut. Selain itu, juga ada dongeng session yang dibawakan oleh komunitas Gendong Malang. Dalam kisahnya kali ini, pesan moral yang disampaikan yaitu adik-adik harus belajar dengan sungguh-sungguh supaya berhasil dan tidak menyontek pekerjaan teman.

Ilmu itu tidaklah instan, mari menebar benih itu sedini mungkin agar tidak terlambat untuk menikmati hasilnya. Juga sebab keterampilan akan memberi nilai lebih pada seseorang, maka mari bersama-sama menyalurkan keterampilan yang kita miliki untuk sekitar yang lebih baik. Ayo, turun tangan !
 
Penulis
Almira Sifak Fauziah Narariya
Peminat astronomi yang tak hanya berkutat dengan astronomi.



Rabu, 30 November 2016

Gajrug, Banten dikenal dengan daerah yang sepi karena letaknya yang secara geografis jauh dari keramaian kota dan hiruk-pikuknya. Buktinya, jika seseorang mendengar Kota Gajrug yang teringat hanya 3 kata, yatu jauh, sepi dan memabukkan. Bagaimana tidak, rute yang ditempuh memang mudah, cukup satu arah tapi butuh kesabaran dan niat yang kuat untuk sampai ke daerah tersebut. Siapa sangka di tengah-tengah keheningan alam, ditengah-tengah mindset masyarakat yang menyebutkan Gajrug jauh dari Pesona keindahan alam justru menghadirkan sejuta warna cerita yang penulis sendiri bingung bagaimana menggambarkan keindahan itu jika hanya lewat sebuah tulisan.  

Tempat yang dituju adalah daerah Cipanas sampai lewat daerah pasar Gajrug. Walhasil jalan yang berkelok-kelok full sampai tempat tujuan.

Banten Rafting Ciberang mengikuti kejuaraan DUNIA. Sebuah banner berukuran besar menyambut kedatangan kami. Rasanya lelah dan jauhnya perjalanan ini terobati sesampainya di sana. Alran sungai yang deras membelah bebatuan sungai siap jadi teman kami refting. Gemercik air gunung nan asri siap basahi semangat libur lebaran kami di hari itu. Satu orang dikenakan biaya sekitar 150-250 ribu + snack+ kelapa muda dan juga bahan bakar perut alias makan. Jadi recomended banget buat para pembaca yang seneng nge-trip berbudget kejepit.

Tempatnya menantang, seru dan yang pasti bersahabat banget sama alam. Perjalanan panjang dan mabok-mabokannya terbayar deh pokoknya. Oh iya satu lagi ...kita bisa teriak-teriak bareng disana. Teriak sekencang-kencangnya, segila-gilanya deh.

Penulis : Sofwatillah Amin Mengintipnusantara.com







"Indonesia adalah bangsa yang paling peduli terhadap Palestina. Ini adalah kali ketiga saya kesini dan semua orang Indonesia menanyakan kabar Palestina," ujar Mr. Hani Awad, Islamic University of Gaza yang hadir dalam acara solidaritas kepada Palestina. Sesuai ujaran itu bangsa Indonesia langsung bersorak "Allahu Akbar" dan ada yang menangis.

Indonesia kembali melakukan acara solidaritas Palestina. Kali ini, acara dilaksanakan di Auditorium FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan menghadiri berbagai tamu di antaranya Mr Hani Awad dari Islamic University of Gaza; Salman Al Farisy, Lc dari Asia Pasific For Palestine; dan perwakilan dari Prodi HI UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Adapun acara ini diselenggarakan oleh HIMAHI FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan LDK FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.


Diacara ini dilakukan penggalangan dana, sumbangan dan penjelasan tentang sejarah bagaimana Palestina dijajah serta pengumpulan semangat dan doa bersama untuk Palestina.

Semua para peserta sangat antusias menghadiri acara ini. Auditorium sesak oleh para pengunjung yang ingin datang dan menyumbangkan rasa pedulinya.  Allahu Akbar.

Penulis: Dewi Sri Tunjungsari, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta





Sabtu, 26 November 2016

Setelah sukses membuat sekolah online menulis dan sekolah penanaman karakter, menusa yakni mengintipnusantara.com kini membuat *Menusa C Level Group* pada 30 Okt 2016. Hingga mulai 22 November 2016 menjadi wadah dan komunitas untuk berdiskusi bagi para calon dan professional muda yang ingin belajar lebih jauh tentang entrepreneurship profit or nonprofit.

Kelas akan berlangsung 2 minggu sekali setiap hari minggu via whatsapp. selama 6 bulan tanpa libur . Adapun pelajarannya adalah entrepreneur, accounting, marketing, dll

Sistem kelas 3 bulan sekali akan ada meet up  ceo di co working place (biaya diberitahu kemudian)
(lokasi di jakarta). Materi tentu kece abis dengan pemateri oke

Admin akan memgeshare 1-3 ebook untuk didiskusikan. Ebook berasal dari dalam dan luar dg kurikulum adaptasi universitas univesitas bisnis professional ternama

Kelas ini bersifat gratis  untuk tahun 2016-2017 (boleh menyumbang)

karena untuk tahun depan 2017-2018 MULAI BERBAYAR mulai 250.000 rupiah per peserta hanya mengirimkan biodata nama-jabatan dan lembaga serta alasan

Terbatas hanya untuk 50 clevel yang terpilih. Saat ini tinggal 20 seat lagi
Daftar ke wa +6282298436574  (Mursalin,Saat ini sebagai Sekretaris menusa)
Pesan: Nama-Jabatan dan Lembaga serta alasan

mengintipnusantara.com

Menusa C Level Group .. Membangun Pesona Indonesia di Dunia Entrepreneur :)


Minggu, 09 Oktober 2016


Hai!
Kita tahu bahwa Indonesia merupakan Negeri subur, hal ini dikarenakan Indonesia beriklim tropis yang memiliki dua musim panas dan hujan. Seperti yang dikutip wikipedia, Indonesia terletak di 6°LU - 11°08'LS dan dari 95°'BT - 141°45'BT serta terletak di antara dua benua yaitu benua Asia dan benua Australia/Oseania. Secara de facto, Indonesia memiliki 34 provinsi.

Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945. Indonesia memiliki bahasa nasional yakni bahasa Indonesia dan memiliki banyak sekali bahasa daerah. Hal ini dikarenakan Indonesia memiliki banyak budaya dan suku, namun meski begitu Indonesia memiliki semboyan Bhinekka Tunggal Ika.

Indonesia amat indah karena pemukimannya masih banyak yang berkawasan hijau dan tradisional seperti di desa. Busana khas Indonesia adalah batik, meski baju daerah sangat banyak sekali begitupun peninggalan sejarah bahkan karya Indonesia.


https://www.youtube.com/watch?v=rCn0TMqyJtU (Lagu Indonesia Raya Youtube) 

Berdasarkan teori itu juga dibuat mengintip nusantara.com ini. Awalnya hanyalah sebuah web untuk branding Indonesia. Namun berkembang menjadi komunitas pulau, memiliki sekolah online via website, aplikasi yang dibagikan gratis untuk tahap uji coba dan sebagainya.

Ya, hingga akhirnya, mengintipnusantara.com ini memiliki sebuah project movement yang dinamakan nusantara movement id, yakni pergerakan Se-Nusantara untuk Indonesia. Menusa itu sendiri adalah komunitas anak mudanya.

Demikianlah latar belakang mengapa mengintipnusantara.com dibuat.


(Dewi Sri, Penangung Jawab Utama Menusa, Aneka Sumber)




Menusa Community

Menusa Community

NULIS BABE NEWS

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis
Mengintip Nusantara. Diberdayakan oleh Blogger.

Total Pengunjung

Projek Kami

Sekolah Online Menusa Community

Jenis Tulisan

Email Kami

Kirimkan kritik dan saran anda ke mengintip nusantara redaksi di mengintipnusantararedaksi@gmail.com

Tim Menusa

Tim Menusa
Semua isi web ini dikelola oleh tim menusa creative management. Hubungi Menusa Creative Management sebagai media partner anda. 08992458233