Tampilkan postingan dengan label Prestasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prestasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Oktober 2017


https://www.instagram.com/daikinindonesia/

Kali ini kami datang dengan sederet informasi mengenai Ac Daikin, Ac daikin di produksi oleh PT Daikin Airconditioning Indonesia pada tahun 2012. Perusahaan ini hadir untuk menyediakan produk-produk yang sangat berkualitas dunia dan melayani semua kebutuhan masyarakat Indonesia akan kebutuhan terhadap Ac, terutama bagi anda yang berada di daerah-daerah yang panas seperti Jakarta. Karena selain Ac dari merk lain yang saat ini banyak di jual di Pasaran Indonesia, tetapi hanya AC Daikinlah yang saat ini banyak diminati oleh masyarakat Indonesia.

Kenapa kita harus memilih Ac Daikin? Jawabannya sangat mudah hanya daikin pilihan untuk AC hemat energi, tidak hanya itu Ac daikin menawarkan beberapa kelebihan dan kekurangan yang sangat unggul di bandingkan dengan merk-merk AC lainnya. Nah sebelum kita membahas kelebihannya, kita simak dulu beberapa tipe AC daikin yang saat ini sedang banyak di buru oleh para pelanggannya.






https://www.instagram.com/daikinindonesia/


1. AC Daikin Type Inverter
Produk terbaru Ac Daikin dengan type Inverter ini memiliki teknologi yang digunakan untuk mengontrol kecepatan pada motor kompresor tujuannya untuk mengatur suhu udara pada ruangan. Kemudian AC type inverter ini dilengkapi dengan variable frequency untuk menggabungkan inverter listrik.

AC daikin ini dijuluki dengan AC Hemat Energi, karena memang benar kareana salah satu kelebihan dari AC ini memang bisa menghemat daya listrik, sehingga biaya tagihan listrik akan lebih hemat, kemudian tidak hanya itu suhu dalam ruangannya pun lebih stabil.

2. AC Daikin Non Inverter
Ac dengan type kedua ini berbeda dengan type AC Daikin sebelumnya, dimana pada type ini tidak menggunakan teknologi pengontrol kecepatan seperti pada motor kompresor. Namun dari segi daya listrik, ac dengan type ini cukup bisa dibilang hemat daya energi dan pastinya lebih murah.

3. AC Daikin Type AC Low Watt
Satu lagi Ac type low watt ini menggunakan teknologi kompresor denagn daya yang lebih kecil dibandingkan dengan Ac type inverter. dan pastinya lebih hemat dan lebih murah di bandingkan dengan type type Ac sebelumnya. namundari type low watt ini memiliki beberapa kekurangan diantaranya membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama untuk mendinginkan sebuah ruangan, dan pada saat dinyalakan Ac dengan type ini lebih berisik.
 
Nah itulah ketiga type dari AC Daikin, sekarang anda bisa melihat dan menentukan type mana yang akan anda pakai, baik itu type inverter, non inverter, ataupun Ac Low Watt, yang pasti semua type Ac Daikin ini memiliki kelebihan dan lebih unggul dari pada merk-merk Ac diluaran sana. Kalau AC ya Daikin aja karena hanya Daikin pilihannya untuk AC nyaman dan hemat Energi.



Minggu, 21 Agustus 2016



Fokus, yakin, tekun, ulet memang bisa menjadikan sesorang sukses. Mari kita tengok sosok Ajik Rachmad Suhendar. Dia adalah mahasiswa semester 8 jurusan Pendidikan Seni Tari dan Musik Universitas Negeri Malang (PSTM UM). Pekerja seni ini merupakan peraih Best Exhibitor di event Culture International Tourism Burst di Berlin, Jerman 7-16 Maret 2016 lalu.

Ajik mendapat informasi mengenai Culture International Tourism Burst dari Yoseph, pimpinan sanggar Malang Amor Carnival yang merekomendasikan pria asal Blitar, Jawa Timur ini untuk mengikuti event yang dihadiri oleh 179 negara tersebut. 

Selanjutnya, pria yang lahir pada 18 November 1993 ini menjalani proses pendaftaran dan seleksi. Ada dua tahap seleksi untuk menentukan siapa saja yang dapat mengikuti event ini untuk mewakili Indonesia. Tahap tersebut meliputi perform dan interview

Finally, berkat kemahiran mendesain busana, Ajik Rachmad Suhendar berhasil menyisihkan sekitar 400 orang pendaftar se-Indonesia sebagai salah satu peserta yang diamanahi mewakili Indonesia di event level Internasional tersebut. 

Kesana, Ajik membawa dua kostum yakni teratai dan gajah oling. Kostum yang ia kenakan dominan menggunakan bahan dari lidi. Lidi yang sifatnya lentur ia balut dengan kain-kain warna-warni yang menyala. Pemilihan lidi untuk kerangka sayap di kostumnya ini tak sembarangan, ia pilah sesuai ukuran. Lalu, lidi itu ia rekatkan dengan kain secara berulang. Kostum yang dikenakannya tersebut memiliki berat 18 kg. 

Ajik pun mengakui bahwa ada sekitar 250 orang dalam sehari yang meminta foto karena keunikan kostum setinggi 2,5 m tersebut. Event yang berlangsung selama lima hari ini merupakan kesempatan emas untuk mempromosikan Indonesia di kancah Internasional.
Berkeliling stan-stan negara lain dan selalu melayani setiap orang yang mendatanginya dengan menjadi pribadi Indonesia yang ramah merupakan salah satu triknya untuk secara tak langsung mengambil hati para pengunjung. 

Ajik menerangkan bahwa dia dan seluruh peserta tim Indonesia difasilitasi secara penuh oleh kementerian Pariwisata Indonesia. Bahkan ada bonus yang diberikan kepada para pemenang. Dimana Indonesia menjadi juara umum dalam gelaran tersebut.

Bergelut dengan dunia seni telah menjadikan Ajik semakin fokus menjalaninya. So, mungkin ada sebagian dari kita yang memiliki bakat dan kemauan di bidang seni tak ada salahnya mencoba meneruskannya. Siapa tahu memang dunia kita ada dalam seni.

“Hidup itu perlu banyak pengalaman. Carilah pengalaman sebanyak mungkin dari para relasi kita. Tidak menutup kemungkinan hal itu akan membawa tujuan hidup kita semakin positif. Boleh saja mencari tujuan yang negatif, tapi jadikan itu hanya sebagai bahan belajar. Hanya saja, disini tujuan hidup kita adalah bagaimana kita membahagiakan diri kita dan orang-orang yang kita sayangi. Untuk mewujudkannya, mari tingkatkan prestasi, percayalah rejeki akan datang menghampiri” ujar Ajik Rachmad Suhendar.

Penulis:
Almira Sifak
peminat astronomi dan jurnalistik yang selalu terus berusaha menyebarkan informasi yang dimiliki kepada siapapun yang mau menerima.
 

Dokumentasi Foto: instagram.com/ajikrachmad

Jumat, 19 Agustus 2016


      
      Penulis buku kumpulan puisi hikmah “SEMILIR ANGIN RINDU” yang memiliki ISBN  978-602-72920-9-3 (2015) ini bernama Tsania Nur Diyana. Kini, ia sedang menempuh program studi Pendidikan Fisika Universitas Negeri Malang sejak 2014. Tsania sangat konsisten dengan dunia menulis. Tak hanya fiksi, ia juga terlibat aktif dalam penulisan ilmiah. Perempuan kelahiran Lamongan, 26 April 1996 ini pun mendapat banyak prestasi dari tulisan-tulisannya. Pada tahun 2015, ia berhasil menempati posisi Juara 2 Musabaqoh Karya Tulis Ilmiah Al-quran MTQ Mahasiswa UM XI yang diadakan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Al-quran Studi Club Universitas Negeri Malang; Semifinalis Lomba Karya Tulis Ilmiah Al-Quran Nasional yang diselenggarakan Universitas Diponegoro; Juara 3 Lomba Karya Tulis Ilmiah Alquran Nasional “Bahtsu ‘Ilmi Quran” diselenggaarakan UIN Sunan Kalijaga. Pada tahun 2016, ia menyabet gelar juara LKTI dari beberapa universitas di Indonesia. Diantaranya yaitu Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah Kesehatan dan Keselamatan kerja Nasional 2016 dari Universitas Jember; Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah Alquran Nasional oleh Universitas Pendidikan Indonesia; Finalis karya Tulis Ilmiah Al-quran Nasional, Festival Qurani 2016 yang diadakan UIN Sunan Ampel Surabaya; dan Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional, PILI IKAHIMBI yang digelar oleh IKAHIMBI UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Selain dalam bidang karya tulis juga ada sebagai Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) 2012 diberikan oleh Kwartir Nasional Pramuka; Juara 1 Lomba Cepat Tepat, Gebyar Prestasi Santri se-Jawa Bali di Institut Pertanian Bogor 2013; International Scout Peace Camp (ISPC) 2013 diadakan oleh World Organization of  Scout Movement; Juara Harapan I Lomba Inovasi kesehatan dan Keselamatan Kerja nasional PERTAMINA yang diselenggarakan oleh PERTAMINA, Cilacap (2016); MAWAPRES tingkat II FMIPA UM 2016 yang diadakan oleh Universitas Negeri Malang.
         Judul-judul karya tulis yang pernah dibuat salah satu alumni MA Al-Ishlah Paciran jurusan IPA (2011-2014) ini yakni Menurunnya tingkat pembayaran pajak Masyarakat Indonesia; Role Play Model Inovasi Edukasi dan Sosialisasi HIV/AIDS pada Remaja Anggota Karang Tarunadengan Pendekatan  Multiple Intellegences; Tahfizh Quran Tematik (TQT): Metode Menghafal Al-quran Berdasarkan Tema dengan Pendekatan Multiple Intelligences; Detector System of Water Pollution (DETION): Perangkat Aplikasi Berbasis Mobile sebagai Pendeteksi Tingkat Pencemaran Air Menggunakan Sensor Ryobi Phone; Hearing   Impairment   Of   Qur’an   Application   (HIQUA):   Tahfizh Quran Tematik (TQT): Metode Menghafal Al-quran Berdasarkan Tema Bagi Tuna Netra Berbasis As-Sam’ dengan Pendekatan Multiple Intelligences ; Perangkat Pembelajaran Al Qur’an bagi Anak Tunarungu Berbasis Maternal Reflektif Method (MRM); Detector System of Water Pollution (DETION): Perangkat Aplikasi DO Meter menggunakan sensor O2 Berbasis Android dengan Antarmuka Arduino sebagai Pendeteksi Dini Tingkat Pencemaran Air; Earmuff Coconut  Shell (ECOS): Pelindung Telinga Ramah Lingkungan Berbentuk  Tempurung  Kelapa  Berbasis  Midrib  Banana  Stem  Sebagai Peredam Kebisingan Suara pada Pekerja Konstruksi Pemotong Besi.
Tak hanya berkutat dalam bidang menulis, enam tahun belakangan, SMPM 12 Paciran (2008-2011) ini juga aktif dalam beberapa organisasi. Tahun 2010 ia menjabat sebagai Ketua redaksi majalah SMPM 12 Paciran, Lamongan; Ketua bidang Upacara OSIS SMPM 12 Paciran, Lamongan. Dua tahun berikutnya (2013) ia aktif di Badan Ekekutif MA Al-Ishlah Paciran, Lamongan sebagai Ketua bidang IPTEK dan di Organisasi Pondok Pesantren Al-ishlah Paciran, Lamongan sebagai wakil ketua umum. Di tahun pertama menjadi mahasiswa, ia mengikuti kepanitiaan KPU (Komisi Pemilihan Umum) FMIPA UM 2014 sebagai anggota. Tahun selanjutnya (2015), ia menjadi Anggota bidang Penalaran HMJ Fisika Nucleon 2015 dan Anggota UKM Pramuka UM. Tahun ini, ia menjabat sebagai Ketua bidang Penalaran HMJ Fisika Nucleon 2016, Ketua bidang EO (Event Organizer) Kaderisasi UKM ASC (Unit Kegiatan Mahasiswa Alquran Study Club) 2016 Universitas Negeri Malang, dan Anggota Rohis Fisika 2016.
      Motto hidup yang dimiliki salah satu alumni alumni MIM 1 Payaman (2002-2008) ialah People With Good Hearts are The Ultimate Winners.
      Semoga perjalanan karier yang ditempuh Tsania ini mengisnpirasi kita semua. Tetap semangat berkarya, sobat-sobat MENUSA !


Penulis
Almira Sifak Fauziah Narariya
Peminat astronomi yang tak hanya berkutat dengan astronomi.

Menusa Community

Menusa Community

NULIS BABE NEWS

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis
Mengintip Nusantara. Diberdayakan oleh Blogger.

Total Pengunjung

Projek Kami

Sekolah Online Menusa Community

Jenis Tulisan

Mengintip Nusantara (64) Nusantara (35) Menusa (21) Anak Indonesia (14) Komunitas (13) Wisata Indonesia (13) Film Indonesia (9) Kuliner (5) Prestasi (4) Pulau (3) Tips (3) Beasiswa (2) Blog (1) Kirim Naskah (1)

Email Kami

Kirimkan kritik dan saran anda ke mengintip nusantara redaksi di mengintipnusantararedaksi@gmail.com

Tim Menusa

Tim Menusa
Semua isi web ini dikelola oleh tim menusa creative management. Hubungi Menusa Creative Management sebagai media partner anda. 08992458233