Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 November 2017

gambar: https://i.ytimg.com/vi/7-5xwCpWVWA/maxresdefault.jpg


Nasi Krawu merupakan makanan khas Gresik yang disukai banyak kalangan dan menjadi andalan bagi mereka yang sering bepergian ke kota ini. Nasi ini banyak dijumpai dan ditemukan di kota-kota besar tetapi tentu saja kenikmatan asli tentunya yang orisinal dari kampung halaman.

Dinamakan Sego Krawu, lantaran nasi satu ini disajikan dengan tangan kosong tanpa sendok atau dalam istilahnya dikrawuk. Resep nasi krawu diwariskan secara turun temurun dari nenek moyang yang berasal dari Madura.

Nasi Krawu berisikan babat usus, daging suwir, lengkap dengan serundeng dua warna disajikan dengan tambahan sambal petis. Umumnya Sego Krawu disajikan dengan pincuk daun pisang yang akan menambah aroma kenikmatan nasi satu ini.

Kalau Anda berkunjung ke Gresik jangan lupa menikmati kuliner khas yang satu ini ya guys! Harganya terjangkau, pas kantong pelajar apa lagi yang sudah kerja hanya Rp.15.000 Anda sudah bisa makan menu khas yang lengkap dari Gresik ini.

Elok, Peserta Magang Mengintip Nusantara




Jumat, 20 Januari 2017

doc. from Almira, Mengintip Nusantara


Hirup sejuk angin pagi membawa kesegaran dan semangat untuk kembali menjalani rutinitas. Ya, tepatnya rutinitas yang dijalani para relawan Ruang Sinau 3 di setiap Sabtunya. Ruang Sinau adalah salah satu project tahunan Turun Tangan Malang dalam bidang pendidikan. Tujuannya yakni untuk membantu SD di Malang dalam tenaga pendidikan, baik akademik maupun non-akademik. Menjelang akhir 2016 ini, Ruang Sinau sudah menginjak yang ketiga. Nah, kali ketiga Ruang Sinau ini dilaksanakan di SD-SMP Satu Atap Donowarih, kecamatan Karangploso, kabupaten Malang, Jawa Timur. Lokasinya tak jauh dari kota Malang. Jika ditempuh dengan motor dengan kecepatan rata-rata bisa menghabiskan waktu kurang dari 1 jam. Di SD-SMP Satu Atap Donowarih ini, ada dua jenjang sekolah, yaitu SD Negeri Donowarih 2 Karangploso dan SMP Negeri 2 Karangploso.

Tiga bulan di Ruang Sinau 3 kali ini dititikberatkan pada pendidikan non-akademik, tepatnya keterampilan. Harapannya, adik-adik disini bisa mengembangkan bakat dan minatnya dengan bantuan dari kakak-kakak relawan disamping pemberian pendidikan akademik oleh guru di sekolah. Ada tujuh kelas keterampilan yang disediakan di Ruang disini. Ketujuh kelas tersebut yakni menulis, menggambar, sepak bola, bola voli, paduan suara, bahasa inggris, dan menari. Para murid antusias sekali dalam belajar di setiap minggunya.

Hingga tiba saat dimana project harus diakhiri, tepatnya pada 17 Desember 2016. Kini, para murid telah memiliki percaya diri dan kemampuan yang mumpuni untuk menunjukkan bakat dan minatnya di hadapan teman, guru, dan para wali murid. Ya, di akhir program ini diadakan acara pentas seni yang juga bertepatan dengan pembagian rapor kepada wali murid.

Hiasan kertas warna-warni di gerbang sekolah dan dekorasi panggung yang apik nan meriah memberi nyawa yang lebih pada halaman sekolah yang nampak kering tersebut. Tepat pukul 10.00 WIB acara pentas seni dimulai. Layaknya acara sekolah lainnya, acara dibuka dengan sambutan kepala sekolah. Dalam sambutannya, kepala sekolah berpesan bahwa semoga adik-adik disini bisa menyerap dan memanfaatkan ilmu yang telah diajarkan oleh kakak-kakak relawan dengan baik.

Acara dilanjutkan dengan penampilan dari ketujuh kelas keterampilan di Ruang Sinau 3 ini. Penampilan pertama datang dari kelas bahasa inggris. Kali ini, kelas bahasa inggris menyuguhkan pembacaan surat berbahasa inggris yang berjudul “A Letter to Teacher”. Selanjutnya disusul oleh kelas menggambar. Kali ini kelas menggambar tidak menampilkan pagelaran pentas yang atraktif. Namun, yang ditampilkan adalah kreasi gambar dari para murid, yaitu lukisan layang-layang yang sekaligus dibawakan dengan nyanyian oleh kelas paduan suara.

Selain menyanyikan lagu layang-layang yang dikolaborasikan dengan kelas menggambar, juga disenandungkan lagu Hymne Guru, Satu Nusa Satu Bangsa, dan Ampar-Ampar Pisang. Harapannya, agar anak-anak tetap bisa menyanyikan lagu-lagu wajib nasional, lagu daerah, dan lagu anak-anak disamping sudah semakin menjalarnya lagu kekinian yang mereka sering nyanyikan. Dari kelas menulis menampilkan puisi yang dibawakan oleh dua murid kelas 2 dan 3 dengan judul “Guruku” dan dua murid kelas 2 SMP yang berjudul “Pelajaran Tata Bahasa dan Mengarang” karya Taufiq Ismail. Kelas menari mengerahkan penari-penari manis dan gemulainya untuk membawakan tarian Ongkek Manis yang memukau para penonton. Untuk kelas sepak bola, bola voli, bahasa inggris, dan menggambar seminggu sebelum pentas seni telah melakukan kompetisi. Sehingga di pentas seni kali ini hanya diumumkan siapa juaranya dan pemberian hadiah. Acara ini ditutup dengan menyanyikan lagu Laskar Pelangi bersama-sama dan juga flashmob dance gummy bear yang dipandu oleh kakak-kakak relawan bahasa inggris.

Kemeriahan tidak hanya terbatas dengan gema acara di panggung, tapi juga di salah satu sudut ruang kelas. Memang ada satu ruang yang dikhususkan untuk pameran. Didalamnya, siapapun bisa melihat rangkaian kegiatan para murid dan relawan setiap Sabtu dalam tiga tersebut. Selain itu, juga ada dongeng session yang dibawakan oleh komunitas Gendong Malang. Dalam kisahnya kali ini, pesan moral yang disampaikan yaitu adik-adik harus belajar dengan sungguh-sungguh supaya berhasil dan tidak menyontek pekerjaan teman.

Ilmu itu tidaklah instan, mari menebar benih itu sedini mungkin agar tidak terlambat untuk menikmati hasilnya. Juga sebab keterampilan akan memberi nilai lebih pada seseorang, maka mari bersama-sama menyalurkan keterampilan yang kita miliki untuk sekitar yang lebih baik. Ayo, turun tangan !
 
Penulis
Almira Sifak Fauziah Narariya
Peminat astronomi yang tak hanya berkutat dengan astronomi.



Rabu, 30 November 2016

Gajrug, Banten dikenal dengan daerah yang sepi karena letaknya yang secara geografis jauh dari keramaian kota dan hiruk-pikuknya. Buktinya, jika seseorang mendengar Kota Gajrug yang teringat hanya 3 kata, yatu jauh, sepi dan memabukkan. Bagaimana tidak, rute yang ditempuh memang mudah, cukup satu arah tapi butuh kesabaran dan niat yang kuat untuk sampai ke daerah tersebut. Siapa sangka di tengah-tengah keheningan alam, ditengah-tengah mindset masyarakat yang menyebutkan Gajrug jauh dari Pesona keindahan alam justru menghadirkan sejuta warna cerita yang penulis sendiri bingung bagaimana menggambarkan keindahan itu jika hanya lewat sebuah tulisan.  

Tempat yang dituju adalah daerah Cipanas sampai lewat daerah pasar Gajrug. Walhasil jalan yang berkelok-kelok full sampai tempat tujuan.

Banten Rafting Ciberang mengikuti kejuaraan DUNIA. Sebuah banner berukuran besar menyambut kedatangan kami. Rasanya lelah dan jauhnya perjalanan ini terobati sesampainya di sana. Alran sungai yang deras membelah bebatuan sungai siap jadi teman kami refting. Gemercik air gunung nan asri siap basahi semangat libur lebaran kami di hari itu. Satu orang dikenakan biaya sekitar 150-250 ribu + snack+ kelapa muda dan juga bahan bakar perut alias makan. Jadi recomended banget buat para pembaca yang seneng nge-trip berbudget kejepit.

Tempatnya menantang, seru dan yang pasti bersahabat banget sama alam. Perjalanan panjang dan mabok-mabokannya terbayar deh pokoknya. Oh iya satu lagi ...kita bisa teriak-teriak bareng disana. Teriak sekencang-kencangnya, segila-gilanya deh.

Penulis : Sofwatillah Amin Mengintipnusantara.com







"Indonesia adalah bangsa yang paling peduli terhadap Palestina. Ini adalah kali ketiga saya kesini dan semua orang Indonesia menanyakan kabar Palestina," ujar Mr. Hani Awad, Islamic University of Gaza yang hadir dalam acara solidaritas kepada Palestina. Sesuai ujaran itu bangsa Indonesia langsung bersorak "Allahu Akbar" dan ada yang menangis.

Indonesia kembali melakukan acara solidaritas Palestina. Kali ini, acara dilaksanakan di Auditorium FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan menghadiri berbagai tamu di antaranya Mr Hani Awad dari Islamic University of Gaza; Salman Al Farisy, Lc dari Asia Pasific For Palestine; dan perwakilan dari Prodi HI UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Adapun acara ini diselenggarakan oleh HIMAHI FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan LDK FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.


Diacara ini dilakukan penggalangan dana, sumbangan dan penjelasan tentang sejarah bagaimana Palestina dijajah serta pengumpulan semangat dan doa bersama untuk Palestina.

Semua para peserta sangat antusias menghadiri acara ini. Auditorium sesak oleh para pengunjung yang ingin datang dan menyumbangkan rasa pedulinya.  Allahu Akbar.

Penulis: Dewi Sri Tunjungsari, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta





Senin, 19 September 2016

Indonesia diramalkan 20-30 tahun lagi akan menjadi negara maju. Hal ini membuat seluruh Warga Negara Indonesia harus meningkatkan kemampuannya mulai sekarang, seperti bahasa asing. Dalam Buletin Euro Management Indonesia Edisi X Tahun II Mei 2016 diungkapkan bahwa alasan perlu belajar bahasa asing adalah untuk meningkatkan pemahaman global, meningkatkan potensi siswa, kemampuan bahasa dan sebagainya. Sehingga akhirnya inilah yang membuat Euro Management Indonesia membuka beasiswa seluas-luasnya, ujar Bimo Sasongko, BSAE, MSEIE, MBA.


 gambar dari: http://kabar7.com/foto_berita/big_172015-09-0619.44.01.jpg

Euro Management adalah sebuah lembaga yang telah berdiri sejak tahun 2003, yang dimana lembaga ini bergerak dalam bidang pengembangan bahasa. Di tahun 2016 ini, Euro Management Indonesia membuka beasiswa bahasa untuk Siswa SMA, Mahasiswa dan Jurnalis. Adapun kuotanya adalah 2000 beasiswa untuk SMA, 1500 beasiswa untuk mahasiswa dan 1000 beasiswa untuk jurnalis. Beasiswa ini berlangsung selama dua semester, dan bisa diperpanjang jika penerima beasiswa berprestasi, ujar Presdir dan CEO Euro Management Indonesia Bimo Sasongko, BSAE, MSEIE, MBA
Tak hanya memberikan beasiswa, Euro Management Indonesia juga sebenarnya membuka kesempatan siswa-siswinya dan penerima beasiswa yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri. Ia juga membuka seminar untuk studi ke luar negeri, seperti Jerman, UK, US dan lainnya. Hubungi di http://euromanagement.co.id/

Jumat, 26 Agustus 2016

         
dok. http://penginapan-2a1d.kxcdn.com
        Siapa yang tak kenal dengan kota Surabaya. Kota besar terbesar kedua setelah Jakarta ini dikenal sebagai surganya pecinta belanja dan juga kuliner. Namun tak hanya wisata serba materil yang bisa anda dapat, sebuah wahana permainan baru dengan konsep budaya khas jawa Timur yang kental sudah dibangun untuk melengkapi pilihan wisata anda. Surabaya Carnival Night Market (SNCM) kini bisa anda kunjungi sebagai salah satu objek wisata pilihan di kota pahlawan.

SNCM berlokasi di Jalan Ahmad Yani No. 333 Surabaya dan sudah beroperasi sejak sekitar hampir dua tahun ini. Wahana ini dibuka tiap hari mulai sore sampai malam dari jam 15.30 sampai 23.00 WIB. SNCM menggunakan konsep outdoor untuk hampir semua wahananya. Berbagai wahana untuk anak-anak hingga yang menguji andrenalin semacam Bledek Coaster, Kereta Cepat Tambang Mas dan juga Rumah Terbang dan juga lainnya akan membuat pengunjung berteriak kencang.

Pengunjung akan diajak juga mengenali budaya dan bahasa daerah Suroboyoan yang khas. Warga Jawa Timur terutama arek Suroboyo dikenal memiliki watak keras, setia kawan dan juga ceplas-ceplos. Kata-kata yang terkesan kasar di telinga, sebenarnya menjadi bahasa pergaulan khas antar kawan atau justru bisa bermakna makian jika diucapkan dalam kondisi marah. Pengunjung akan diajak berkeliling mengenali jenis-jenis makanan tradisional Jawa Timur dan juga perubahan Surabaya dari masa ke masa.
Setelah puas menjelajah dan juga berfoto ria, anda juga bisa merasakan nikmatnya kuliner di dalam area SNCM. Dari jajanan tradisional sampai modern seperti nasi penyet, donat, sampai makanan Jepang bisa anda cicipi. Pengunjung akan mendapatkan kepuasan dan juga tambahan wawasan khususnya tentang Surabaya jika mendatangi SNCM. Jadi masukkan tempat wisata ini jika anda berkunjung ke Surabaya ya.


Biodata Penulis
Penulis dikenal dengan nama Reffi Dhinar. Penulis 4 buku solo antara lain Triangle’s Destiny, Falling Angel, Menyulam Senja, dan Three. Satu novelet juga lahir dengan judul Afraid yang tergabung dalam buku Police’s Secret. Karyanya yang lain juga tersebar di puluhan antologi bersama. Seorang penerjemah bahasa Jepang dan Inggris dan juga pemimpi ulung. Silakan berkunjung di blog www.wordholic.com jika ingin membaca contoh karya tulisnya.

     Sudahkah anda tahu Hotel Indonesia? Ya sebuah hotel yang cukup legendaris di Indonesia. Karena pasalnya, Hotel Indonesia iitu adalah hotelyang telah diresmikan oleh Ir. Soekarno pada tahun 1962.

    Hotel ini ada berada di kawasan MH Thamrin. Dan tujuan diresmikan hotel ini adalah untuk mempromosikan Indonesia pada saat itu. Karena Soekarno pada saat itu tidak mau setengah-setengah membangun Indonesia, ia pun menggunakan jasa arsitek dari Amerika. Ketika diadakan perbaikan total di Hotel Indonesia di tahun 2004, Hotel Indonesia dikelola oleh Hotel S.A Kempinski, Hotel Mewah tertua di Eropa.

Dok. liputan6.com
      Nah bagian dari Hotel indonesia adalah Pelataran Ramayana. Adapun Pelataran Ramayana ini adalah cagar budaya yang ada di Hotel Indonesia Kempinski. Dibangun sejak 1962, yang dulunya ada Ramayana Room yang merupakan restoran besar untuk menyambut Kepala Negara yang datang. Dan bahkan untuk menyambut Belanda untuk memperbaiki hubungan Indonesia-Belanda pada saat itu.

Dok. Founder Menusa

Dok. Founder Menusa, Dewi Sri
       Dengan adanya Pelataran Ramayana ini, setiap pengunjung bisa melihat konsep Bhineka Tunggal Ika di setiap lekukan bangunnya. Jika malam hari, wah indah sekali bangunan ini dengan lampu berwarna-warni.

Penulis: Dewi Sri Tunjungsari, UIN Syarif Hidayatullah, Founder dan Pimpinan Menusa.


Minggu, 21 Agustus 2016



Fokus, yakin, tekun, ulet memang bisa menjadikan sesorang sukses. Mari kita tengok sosok Ajik Rachmad Suhendar. Dia adalah mahasiswa semester 8 jurusan Pendidikan Seni Tari dan Musik Universitas Negeri Malang (PSTM UM). Pekerja seni ini merupakan peraih Best Exhibitor di event Culture International Tourism Burst di Berlin, Jerman 7-16 Maret 2016 lalu.

Ajik mendapat informasi mengenai Culture International Tourism Burst dari Yoseph, pimpinan sanggar Malang Amor Carnival yang merekomendasikan pria asal Blitar, Jawa Timur ini untuk mengikuti event yang dihadiri oleh 179 negara tersebut. 

Selanjutnya, pria yang lahir pada 18 November 1993 ini menjalani proses pendaftaran dan seleksi. Ada dua tahap seleksi untuk menentukan siapa saja yang dapat mengikuti event ini untuk mewakili Indonesia. Tahap tersebut meliputi perform dan interview

Finally, berkat kemahiran mendesain busana, Ajik Rachmad Suhendar berhasil menyisihkan sekitar 400 orang pendaftar se-Indonesia sebagai salah satu peserta yang diamanahi mewakili Indonesia di event level Internasional tersebut. 

Kesana, Ajik membawa dua kostum yakni teratai dan gajah oling. Kostum yang ia kenakan dominan menggunakan bahan dari lidi. Lidi yang sifatnya lentur ia balut dengan kain-kain warna-warni yang menyala. Pemilihan lidi untuk kerangka sayap di kostumnya ini tak sembarangan, ia pilah sesuai ukuran. Lalu, lidi itu ia rekatkan dengan kain secara berulang. Kostum yang dikenakannya tersebut memiliki berat 18 kg. 

Ajik pun mengakui bahwa ada sekitar 250 orang dalam sehari yang meminta foto karena keunikan kostum setinggi 2,5 m tersebut. Event yang berlangsung selama lima hari ini merupakan kesempatan emas untuk mempromosikan Indonesia di kancah Internasional.
Berkeliling stan-stan negara lain dan selalu melayani setiap orang yang mendatanginya dengan menjadi pribadi Indonesia yang ramah merupakan salah satu triknya untuk secara tak langsung mengambil hati para pengunjung. 

Ajik menerangkan bahwa dia dan seluruh peserta tim Indonesia difasilitasi secara penuh oleh kementerian Pariwisata Indonesia. Bahkan ada bonus yang diberikan kepada para pemenang. Dimana Indonesia menjadi juara umum dalam gelaran tersebut.

Bergelut dengan dunia seni telah menjadikan Ajik semakin fokus menjalaninya. So, mungkin ada sebagian dari kita yang memiliki bakat dan kemauan di bidang seni tak ada salahnya mencoba meneruskannya. Siapa tahu memang dunia kita ada dalam seni.

“Hidup itu perlu banyak pengalaman. Carilah pengalaman sebanyak mungkin dari para relasi kita. Tidak menutup kemungkinan hal itu akan membawa tujuan hidup kita semakin positif. Boleh saja mencari tujuan yang negatif, tapi jadikan itu hanya sebagai bahan belajar. Hanya saja, disini tujuan hidup kita adalah bagaimana kita membahagiakan diri kita dan orang-orang yang kita sayangi. Untuk mewujudkannya, mari tingkatkan prestasi, percayalah rejeki akan datang menghampiri” ujar Ajik Rachmad Suhendar.

Penulis:
Almira Sifak
peminat astronomi dan jurnalistik yang selalu terus berusaha menyebarkan informasi yang dimiliki kepada siapapun yang mau menerima.
 

Dokumentasi Foto: instagram.com/ajikrachmad

Menusa Community

Menusa Community

NULIS BABE NEWS

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis
Mengintip Nusantara. Diberdayakan oleh Blogger.

Total Pengunjung

Projek Kami

Sekolah Online Menusa Community

Jenis Tulisan

Email Kami

Kirimkan kritik dan saran anda ke mengintip nusantara redaksi di mengintipnusantararedaksi@gmail.com

Tim Menusa

Tim Menusa
Semua isi web ini dikelola oleh tim menusa creative management. Hubungi Menusa Creative Management sebagai media partner anda. 08992458233