Tampilkan postingan dengan label Wisata Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Indonesia. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Januari 2018

dok penulis
Tebing Kopo Maja atau lebih terkenal disebut Tebing Koja. Merupakan wisata alam yang berlokasi di Kampung Koja RT 09/03 Desa Cikuya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang. Tebing Koja merupakan lahan tambang pasir yang sudah tidak aktif lagi sejak ditinggalkan oleh para penambangnya. Penambangan pasir yang menysakan tebing kapur yang menjulang secara acak rupanya menyimpan keelokan yang kian nyata. Air hujan yang turun perlahan mulai mengisi danau hijau di dasar tebing lalu persawahan dan kebun yang ada disekitarnya turut berkolaborasi melukiskn keindahan alam yang membuatnya kian eksotis.

Keindahan pemandangan Tebing Koja rupanya menjadi daya Tarik tersendiri bagi para wisatawan, tak hanya masyarakat lokal namun juga mereka yang berasal dari luar daerah tak ingin ketinggalandatang ke lokasi tersebut untuk mengabadikan indahnya panorama Tebing Koja. Tak jarang wisatawan datang berburu foto terbaik di waktu pagi atau sore sebab pada waktu tersebut sunrise atau sunset akan membuat tebing-tebing kapur tersebut semakin mempesona. 
dok penulis

Di Tebing Koja ini selain disuguhi dengan pemandangan yang menyejukan mata kita juga dapat berfoto dengan spot-spot yang keren. Seperti saat kita memasuki tempat wisata alam Tebing Koja kita akan langsung menjumpai salah satu tebing batuan kapur yang bentuknya menyerupai Godzilla yang posisinya berada di depan area tebing. Selain itu ada pula tebing yang Nampak seperti gapura masuk lalu perahu yang terletak di bawah tebing serta saung di tengah danau dan sawah serta kebunnya pun dapat jadi spot yang recommended.

Tiket harga masuk Tebing Koja pun terbilang sangat terjangkau hanya Rp.3.000/orang. Sedangkan untuk biaya parker motor dikenakan biaya Rp.3.000 dan parker mobil Rp.5.000.

Namun destinasi wisata alam di Kabupaten Tangerang ini belum mendapat perhatian dari pemerintah daerah sehingga masih dikelola secara perorangan oleh masyarakat sekitar. Selain itu, di tepi tebing juga belum ada pengaman untuk memastikan keamanan pengunjung. Jadi pengunjung punjangan sampai lengah memperhatikan keselamatan diri.
 
Penulis: Vina Nur Azizah

Kamis, 04 Januari 2018


Foto dari penulis.
Pulau Pahawang adalah pulau yang memiliki keindahan pesona bawah lautnya, tepatnya berada di wilayah Kecamatan Punduh Padada, Kabupaten Pasawaran, Lampung Selatan. Pulau ini terbagi menjadi dua yakni Pulau Pahawang Besar dan Pulau Pahawang Kecil. Keindahan alamnya yang dihiasi bukit pepohonan, pasir berwarna putih, air laut yang jernih dan keindahan bawah lautnya sangat cocok bagi anda yang suka snorkeling.

Untuk menuju ke Pulau Pahawang, dari Pelabuhan Bakauheni anda dapat menuju ke pelabuhan Ketapang Dermaga 4 Pesawaran dengan menghabiskan waktu perjalanan kurang lebih 3 jam. Setelah sampai di pelabuhan Ketapang Dermaga 4 Pesawaran, anda dapat menyewa perahu untuk menyeberang ke Pulau Pahawang dengan biaya sekitar Rp 500.000,00 per hari (sudah termasuk pengemudinya) perahu yang dapat menampung sekitar lima belas orang. Tersedia pula perlengkapan snorkeling dengan biaya sekitar Rp 50.000,00 per orang.

Jika anda pergi ke Pulau ini, anda bisa menikmati keindahan alamnya dan berfoto dibawah laut. Jangan lupa siapkan kamera underwater-nya ya! Spot bawah laut yang menjadi favorit yaitu taman nemo yang terdapat banyak si lucu yaitu ikan nemo dan berbagai jenis ikan lainnya yang dihiasi keindahan terumbu karangnya.

Keindahan bawah laut di sekitar Pulau Pahawang masih cukup alami dan bersih, jarang ditemukan sampah-sampah ataupun polusi. Jadi tetap dijaga ya dan jangan buang sampah sembarangan! Jika anda tidak ingin snorkeling, anda masih bisa menikmati pemandangan alam di sekitar Pulau Pahawang sambil berfoto dan menikmati kesegaran udara di pantainya. Jika anda pergi kesini, anda akan terpesona dengan keindahannya bawah lautnya dan pantainya. Maka dari itu, agar Pulau Pahawang ini tetap indah, mari jaga kebersihan dengan jangam membuang sampah sembarangan dan jangan merusak terumbu karangnya agar tetap terjaga kelestariannya dan ekosistem bawah lautnya.
Penulis: Yusnia Novianti, Universitas Indonesia


KOIN IPB

Koin IPB merupakan salah satu tempat favorite yang berada di Kampus Institut Pertanian Bogor, Dramaga. Tempat ini dijadikan sebagai simbol dari Institut Pertanian Bogor. Koin IPB ini salah satu tempat yang nyaman untuk bersantai dan berkumpul bersama teman. Koin IPB dikelilingi oleh berbagai tumbuhan yang besar, tinggi dan berdaun rindang. Di sisi kanan dan kirinya terdapat dua buah rumah kaca yang digunakan untuk merawat tanaman penelitian tertentu. Selain itu, di koin IPB juga terdapat berbagai tanaman hias bunga-bunga yang indah.

Setiap orang yang berkunjung ke kampus IPB dramaga pasti selalu berkunjung ke koin IPB. Suasana di koin IPB yang hijau dan nyaman untuk bersantai serta pemandangan yang indah menjadi sebuah alasannya. Oleh sebab itu, koin IPB sering dijadikan sebagai background untuk berfoto bagi semua kalangan baik dari mahasiswa IPB maupun dari masyarakat luar IPB. Hampir setiap harinya koin IPB ini tidak pernah sepi pengunjung. Hal inilah yang menjadikan keberadaan koin IPB semakin melejit.

Lilik Endah Sulistyowati, IPB







Minggu, 12 November 2017

Taman Tirta Sari, Dok. Penulis

Taman Tirta Sari atau yang sering disebut dengan Taman Ganesa Sukowati oleh warga Sragen ini berada di Kabupaten Sragen, tepatnya di Jalan Dr. Sutomo no 5, Sragen Kulon, Kecamatan Sragen, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Taman tersebut sangat indah dan sejuk karena banyaknya pohon-pohon rindang yang tumbuh. Letaknya juga tak jauh dari area persawahan, sehingga dapat dirasakan sensasi berbeda dengan adanya area persawahan tersebut. Semilir angin dan rindangnya pohon-pohon yang berjejer semakin menambah nilai plus untuk taman tersebut.
Dok. Penulis
Sejauh mata memandang, pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan yang serba hijau. Namun, di area parkir dimana pintu masuk taman berada pemandangannya kurang mengenakkan mata, karena area parkir sangat dekat jaraknya dengan Ring Road. Berbagai kendaraan berlalu lalang yang mengakibatkan polusi udara sedikit mengganggu.
Selain tempatnya yang strategis, Taman Tirta Sari juga berdekatan dengan beberapa sekolah seperti SMP N 6, SMK N 2, SMA N 3 sehingga ketika sekolah pulang cepat banyak pemuda yang berkunjung ke taman ini. Bisa dilihat di hari jumat maupun hari ketika sekolah bebas lainnya, banyak anak muda yang masih berseragam mengisi keramaian taman.
Taman ini sangat cocok dikunjungi saat hari libur untuk refreshing, rekreasi maupun berolahraga. Taman Tirta Sari sebenarnya selalu ramai dikunjungi selain hari libur, namun pengunjung akan lebih banyak berkunjung saat hari-hari libur. Pengunjung tentunya akan ketagihan setelah berkunjung ke taman ini. Tidak perlu merogoh saku dalam untuk dapat mengunjungi taman ini, karena pengunjung hanya diminta untuk membayar parkir sebesar dua ribu rupiah dan gratis untuk masuk ke area taman.
Terdapat beberapa fasilitas yang cukup memadai, seperti mushola, toilet, area parkir, tempat istirahat, taman bermain anak, juga danau buatan yang berada di tengah taman. Danau tersebut biasa digunakan untuk memancing pengunjung maupun warga sekitar.
Berbagai keindahan taman ini sangat sayang untuk dilewatkan. Selain untuk refreshing, rekreasi, dan olahraga, taman ini cocok untuk dijadikan kegiatan kepramukaan, outbond, dan berbagai permainan. Tempat ini juga cocok bagi yang suka selfie maupun fotografi.

Penulis: Ulfah  Hafidhotul Hasanah-IAIN Surakarta

Selasa, 17 Oktober 2017

 
instagram.com/dewistarlife_diary

Danau Cigaru Cisoka adalah danau indah yang berada di wilayah Kabupaten Tangerang, tepatnya di Daerah Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten.

Danau Cigaru Cisoka juga sering dikenal dengan sebutan Telaga Biru Cisoka, karena danaunya terkenal dengan air yang biru dan indah. Meskipun begitu, Air Danau Cigaru Cisoka tak hanya berwarana biru, ada juga yang berwarna hijau dan tosca. 
Untuk masuk ke danau ini kita hanya menghabiskan uang Rp. 5.000,00 jika mengendarai motor. Untuk makan, tak usah khawatir, karena di sana banyak sekalian pedagang yang berjualan makanan. Namun, jangan buang sampah sembarangan!



Pesona Danau Cigaru instagram.com/dewistarlife


Jika anda pergi ke danau ini, anda bisa menikmati dan berfoto di spot menarik selain danau seperti ayunan, jungkitan anak-anak, spot perahu yang bisa disewa dengan biaya Rp 10.000,00 per orang dan spot foto berbentuk love penuh bunga dengan biaya Rp 10.000,00 perorang ditambah biaya foto Rp 5.000,00 perorang. Tak hanya itu, anda bisa berfoto di danau cigaru berwarna hijau dan berfoto dengan patung badak.


Spot Ayunan Cigaru instagram.com/dewistarlife

Jika anda pergi kesini, anda bisa sangat terpesona dengan keindahannya. Namun, hati-hati karena danau ini cukup dalam dan tidak bisa digunakan untuk berenang karena kadar asamnya yang tinggi. Jadi jangan bermain terlalu pinggir ya atau menaiki perahu yang tidak ada penjaganya.

Danau Cigaru merupakan tempat yang cantik, selain untuk berfoto pribadi, juga digunakan sebagai latar foto wedding. Tentu dengan keindahan ini anda harus menjaga kebersihan dan merawat Danau Cigaru.

Sebagai informasi tambahan, Danau Cigaru merupakan danau alami yang diakibatkan dari galian pasir. Warnanya yang berubah adalah karena alga ganggang di danau tersebut. Bapak yang berjualan di Danau Cigaru menuturkan bahwa air danau cigaru selalu berubah. Dulu danau yang hijau pun adalah danau yang biru, namun berubah warna.

Jika anda ingin berkunjung ke sana bisa tanya atau diantarkan penulis sebagai warga asli sana. Hubungi 08992458233 (Dewi Sri Tunjungsari)

http://anandastoon.com/
Taman Cattleya adalah taman yang terselip di Kota Jakarta. Bagaimana tidak, mungkin anda tidak menyangka ada taman cukup luas di Kota Jakarta yang penuh polusi. Ya,  Taman Cattleya berada di Kota Jakarta Barat, tepatnya berada di Perempatan Tomang.
Komunitas MRCA di Taman Cattleya (instagram.com/komunitasmrca)
Di Taman ini kalian akan menemukan banyak tanaman, pepohonan rindang, kursi cantik, spot untuk berfoto dengan tulisan pagar "Taman Cattleya" dan sebagainya.

Jika kalian melihat sekitar taman, kalian akan melihat keluarga yang sedang bertamasya, kelompok komunitas yang sedang berkumpul, seseorang dengan anak maupun hewan peliharaannya, sepasang kekasih yang sedang asik bercengkrama dan sebagainya.

Yuk, kita kunjungi Taman Cattleya! (Dewi Sri Tunjungsari)

Jumat, 26 Agustus 2016

         
dok. http://penginapan-2a1d.kxcdn.com
        Siapa yang tak kenal dengan kota Surabaya. Kota besar terbesar kedua setelah Jakarta ini dikenal sebagai surganya pecinta belanja dan juga kuliner. Namun tak hanya wisata serba materil yang bisa anda dapat, sebuah wahana permainan baru dengan konsep budaya khas jawa Timur yang kental sudah dibangun untuk melengkapi pilihan wisata anda. Surabaya Carnival Night Market (SNCM) kini bisa anda kunjungi sebagai salah satu objek wisata pilihan di kota pahlawan.

SNCM berlokasi di Jalan Ahmad Yani No. 333 Surabaya dan sudah beroperasi sejak sekitar hampir dua tahun ini. Wahana ini dibuka tiap hari mulai sore sampai malam dari jam 15.30 sampai 23.00 WIB. SNCM menggunakan konsep outdoor untuk hampir semua wahananya. Berbagai wahana untuk anak-anak hingga yang menguji andrenalin semacam Bledek Coaster, Kereta Cepat Tambang Mas dan juga Rumah Terbang dan juga lainnya akan membuat pengunjung berteriak kencang.

Pengunjung akan diajak juga mengenali budaya dan bahasa daerah Suroboyoan yang khas. Warga Jawa Timur terutama arek Suroboyo dikenal memiliki watak keras, setia kawan dan juga ceplas-ceplos. Kata-kata yang terkesan kasar di telinga, sebenarnya menjadi bahasa pergaulan khas antar kawan atau justru bisa bermakna makian jika diucapkan dalam kondisi marah. Pengunjung akan diajak berkeliling mengenali jenis-jenis makanan tradisional Jawa Timur dan juga perubahan Surabaya dari masa ke masa.
Setelah puas menjelajah dan juga berfoto ria, anda juga bisa merasakan nikmatnya kuliner di dalam area SNCM. Dari jajanan tradisional sampai modern seperti nasi penyet, donat, sampai makanan Jepang bisa anda cicipi. Pengunjung akan mendapatkan kepuasan dan juga tambahan wawasan khususnya tentang Surabaya jika mendatangi SNCM. Jadi masukkan tempat wisata ini jika anda berkunjung ke Surabaya ya.


Biodata Penulis
Penulis dikenal dengan nama Reffi Dhinar. Penulis 4 buku solo antara lain Triangle’s Destiny, Falling Angel, Menyulam Senja, dan Three. Satu novelet juga lahir dengan judul Afraid yang tergabung dalam buku Police’s Secret. Karyanya yang lain juga tersebar di puluhan antologi bersama. Seorang penerjemah bahasa Jepang dan Inggris dan juga pemimpi ulung. Silakan berkunjung di blog www.wordholic.com jika ingin membaca contoh karya tulisnya.

Kamis, 14 Juli 2016



           Desa Rendeng, Kecamatan Gebang, kabupaten Purworejo lahir Seorang Jenderal TNI Anumerta Ahmad Yani tepatnya pada tanggal 19 Juni 1922 di era kolonialisme Belanda. 
            Ahmad Yani mengenyam pendidikan formalnya di sekolah HIS lalu MULO dan selanjutnya AMS. Ahmad Yani tidak sempat menamatkan pendidikannya dikarenakan adanya milisi yang diumumkan oleh pemerintah Hindia-Belanda.
           Bapak Jenderal Ahmad Yani sebagai Pahlawan Revolusi yang meninggal di malam G30 S/PKI bersama 6 orang Jenderal TNI yang lain yang juga di culik dan di bunuh, jasadnya di kubur di lubang buaya, sungguh kejam PKI. Namun ketujuh pahlawan Revolusi jasadnya sudah dipindah dan dikebumikan secara militer di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta.
            Untuk mengenang jasa-jasa beliau, dibangunlah sebuah museum  yang bernama museum Ahmad Yani yang terletak di sebelah rumah peninggalan ibunda Ahmad Yani yaitu Eyang Murtini  S. Wonrgsodirejo. Masyarakat Desa Rending biasa memanggil Eyang Wongso. Beliau  merupakan sosok pribadi yang ramah, murah senyum, royal dan bermasyarakat.
            Ketika Eyang Wongso masih hidup, anak-anak dan kerabat bapak Ahmad Yani sering berkunjung ke desa Rendeng seperti Bu Amelia. A. Yani, Bu Yuni A. Yani, Rudi. A. Yani dan kerabatnya yang lain. Keluarga Besar Bapak Ahmad Yani membentuk suatu Yayasan yang kantornya berpusat di daerah Tebet Jakarta Selatan. Dari Yayasan tersebut telah di bangun  SD. Negeri Ahmad Yani. Dibangun  juga sebuah masjid Ahmad Yani yang semua berlokasi di Desa Rendeng kecamatan Gebang kabupaten Purworejo.
            Pemerintah kabupaten Purworejo sangat hormat dan bersimpati atas kemurahan hati dari  Keluarga Besar Bapak jendral Ahmad yani begitu pula masyarakat desa Rendeng  selalu menyambut gembira dan penuh antusias menyambut kehadiran keluarga Besar Ahmad Yani.
            Penduduk Desa Rendeng dengan kepribadian yang ramah dan bersahaja akan menyambut gembira setiap pengunjung yang bertanya dan ingin melihat Museum Ahmad Yani. Desa Rendeng merupakan desa yang penduduknya mayoritas pegawai negeri dan sudah pensiun maka di kenal dengan sebutan kota pensiun selain bertani juga banyak pedagang. Sebuah desa yang asri dengan pemandangan alam pedesaan dan sawah-sawah membentang luas. Burung-burung berkiacau di pagi hari, dengan udara pagi yang masih segar sangat jauh dari polusi dan kemacetan. Desa Rendeng yang termasuk wilayah kabupaten Purworejo adalah desa swasembada pangan.
            Bagi pembaca yang ingin berwisata ke museum Ahmad Yani di Desa Rendeng, dapat mengarahkan jalur kendaraannya ke Wilayah Kabupaten Purworejo. Yang berslogan Purworejo BERIRAMA (Bersih, Indah, Rapi, Aman dan Nyaman).

(Indah Yuliana, Guru TK Di Tangerang)

Kamis, 12 Mei 2016

       “Dalam hidup, setiap manusia diberikan kelebihan dan kekurangan, jika tidak ada keduanya maka tak akan keseimbangan atau hanya memilih salah satunya saja. Begitu pula dengan kekayaan alam di Indonesia, ada yang indah dan tak terlihat menarik. Hal tak menarik didasarkan karena kurang adanya rasa bersyukur pada Sang Pencipta”
             Berkunjung ke Semarang, pasti yang ada di benak kita adalah mempersiapkan diri untuk menjelajahi sudut-sudut kota Semarang mulai dari Lawang Sewu, Sampookong,  Masjid Agung Jawa Tengah dan Pagoda Buddhagaya Watugong, lalu mengunjungi Semarang Atas (Kawasan Ungaran, contoh Umbul Sidomukti) yang membuat kita terkagum-kagum akan keindahan alam bumi pertiwi yang mampu membuat mata tak ingin lepas dari pandangan dan kesejukan bagi tubuh untuk istirahat sejenak di daerah tersebut.
            Tak kalah menariknya ketika mengunjungi kawasan ungaran yaitu di desa promasan yang membuat kita semakin terkagum-kagum dengan kesejukan, dan kehebatan nenek moyang kita. Bulan Agustus 2014, Hayyu berserta Komunitas 1000 guru telah mengadakan Traveling dan Teaching di Desa tersebut. Kegiatan tersebut berlangsung selama 3 hari 2 malam. “Bagiku, pengalaman dan cerita yang kudapat dari kegiatan tersebut adalah akan keramahtamahan warga promasan, keceriaan yang diberikan oleh adik-adik disana meskipun harus menempuh kesekolah dengan berjalan kaki, tak kalah romantisnya akan kehangatan kabut dan kesejukan alam yang dirasakan di desa tersebut” tutur Hayyu.
            Desa promasan merupakan desa kecil yang mulai menjadi desa wisata yang lokasinya berada di bawah puncak Gunung Ungaran. Dari segala sisi dan penjuru seolah tak pernah habis mata ini memandang hamparan hijau yang menyelimuti Gunung Ungaran. Gunung ungaran terdapat keindahan dan kekayaan kebun teh dan kopi. Sejauh mata memandang, sungguh sangat nikmat atas kekayaan yang diberikan Sang Pencipta untuk bumi pertiwi. 

Wisata Alam Kalibiru adalah wisata dengan pemandangan alam pegunungan, terletak di perbukitan Menoreh Kulon Progo, Yogyakarta. Tempat wisata ini dibuka pada tahun 2012. Satu tahun belakangan ini Kalibiru menjadi wisata yang sedang trend di Yogyakarta karena efek dari masyarakat dan artis-artis yang memposting fotonya saat di Kalibiru ke media sosial. Akhirnya, Kalibiru pun saat ini menjadi tempat wisata alam yang digandrungi oleh masyarakat.

Untuk sampai ke Kalibiru, disarankan datang dengan membawa kendaraan pribadi baik motor atau mobil, karena jalan masuk dari Waduk Sermo menuju ke Kalibiru jauh dan tidak ada transportasi umum. Transportasi ojek hanya ada ketika mendekati kawasan Kalibiru. Kondisi di Kalibiru jalannya sudah beraspal, namun berliku-liku dengan tanjakan-turunan yang sangat curam. Di setiap beberapa meter, terdapat petugas (yang merupakan masyarakat sekitar) yang akan menjadi pengarah jalan menuju ke Kalibiru.


Selasa, 10 Mei 2016

Anyer adalah sebuah pantai di Provinsi Banten yang cukup dikenal oleh banyak orang. Hal ini dikarena Banten merupakan lokasi strategis untuk berwisata ria bersama keluarga atau sanak saudara. Lokasinya yang dekat dengan Kota Jakarta karena berada di Kecamatan Anyer ini membuat banyak pengunjung yang datang ke lokasi ini untuk berbagai kegiatan baik itu hanya berwisata, urusan kantor sambil menikmati keindahan pantai atau bahkan untuk berbulan madu. Meskipun begitu, pantai anyer bukan pantai cerita, karena lokasinya berbeda meski memang cukup dekat (dari sumber pantaianyer.net)

​Banyaknya Cotage, Saung, Villa dan sebagainya di dekat Pantai membuat banyak pengunjung yang hadir untuk melakukan berbagai aktivitas mereka. Dewi, penulis artikel ini sendiri sudah sering pergi ke Pantai Anyer, karena selain lokasinya dekat rumah, ia juga sering pergi ke Anyer untuk berlibur tahun baru bersama keluarga atau mengikuti ayahnya berlibur sekaligus urusan kantor. Suasana Anyer kapan pun memang sangat riuh dan ramai, apalagi jika tahun baru.


Rabu, 04 Mei 2016

Berpetualangan ke desa terluar memberikan sensasi tersendiri bagi penulis. Desa Camar Bulan menjadi hot topic beberapa waktu lalu karena permasalahan pencabutan patok perbatasan yang memisahkan wilayah Indonesia dan Malaysia. Niat semula hanyalah ingin melakukan tinjauan untuk penelitian lapangan tetapi karena pesona alam karya Tuhan, prihal itu bertransformasi menjadi suatu keinginan untuk menjajal perjalanan kesana.


Petualangan dimulai pukul 00.00 dari Kota Pontianak menuju Kabupaten Sambas dengan menggunakan mobil pribadi dan menempuh waktu ± 5 jam. Penulis bersama keluarga sempat beristirahat di Sambas selama satu jam. Perjalanan dilanjutkan menuju Kecamatan Paloh dan melalui track jalan beraspal yang rusak berat akibat banyaknya truk-truk pengangkut kelapa sawit yang melewati jalan itu. Di tengah-tengah, kami menyeberang menggunakan feri angkutan sungai menuju Teluk Kalong.

Sesampainya di seberang,  dilanjutkan menuju pusat Kecamatan Paloh. Semilir angin serta suasana alam yang bersahabat membius penulis sehingga penulis tidak merasakan letih meski melalui jarak yang berkilo-kilo dan beberapa kali menerjang jalanan yang rusak bahkan belum beraspal. Setibanya di Pelabuhan Penyeberangan Sumpit, penulis kembali tersadar harus kembali menyeberang luasnya Sungai Paloh Ceremai selayaknya haluan laut. Tak ada lagi kapal feri atau kapal-kapal layak yang dapat menyeberangkan penulis beserta keluarga, yang tersedia sekadar kapal tongkang milik rakyat yang hanya dapat menampung dua mobil seukuran kijang. Tekad kami semakin kuat agar dapat mencapai tempat tujuan meski harus menunggu waktu hampir satu jam karena air pasang sungai tidak mampu mendaratkan kapal dengan baik.

Tepat pukul 11.00 WIB, kapal akhirnya berhasil mendarat dan menaikan mobil kami. Setelah dirasa aman, kapal menyeberang menuju Pulau Temajuk. Selama dalam kapal, bibir ini tak lepas-lepasnya memuji keindahan panorama Pegunungan Kinibalu yang menjadi saksi alam Pulau Kalimantan. Tidak terlalu lama untuk tiba di  seberang sungai, tepatnya Dusun Ceremai dan kami kembali melanjutkan lawatan.

Ekspedisi tak lantas menjadi lebih ringan karena kali ini mobil kami harus menembus tanah kuning yang jika hujan akan berubah menjadi gumpalan lumpur dengan hamparan hutan liar di kiri-kanan jalan. Mata penulis berkali-kali terpejam karena hampanya suasana pemandangan. Melewati ¾ perjalanan, kami menjumpai Tugu Garuda, simbol garda depan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Nurani ini membuncah bahagia dan bangga ketika mengamati Tugu Berwarna Keemasan tersebut. Sikap patriotisme kami membumbung tinggi serta terselip harapan untuk membagi apa yang kami khususnya penulis rasakan kepada publik di luar sana.

 Kami kemudian meneruskan penjelajahan hingga akhirnya sampai di Desa Camar Bulan. Kami diarahkan menuju Dermaga Bibir Pantai yang membingkai indah Camar Bulan. Kami serentak memuji kebesaran karya Tuhan dan bergegas menuju pantai. Penulis sempat bertanya pada beberapa warga sekitar yang ramah luar biasa mengenai kondisi desa mereka. Dengan hati lapang, mereka tidak menyalahkan pemerintah karena kurangnya perhatian serta pembangunan di desa itu. Keinginan mereka hanyalah agar mereka tetap selalu menjadi bagian Ibu Pertiwi meski berkali-kali wilayah mereka di klaim oleh negara tetangga, Malaysia.

Pantai alami yang dihiasi buliran pasir putih dan bentangan laut lepas biru kejernihan, bertemu langsung dengan Laut Natuna.  Sebuah dermaga terbangun kokoh, yang membuat pengunjung dapat menikmati keindahan alam dengan puas. Jika musim penyu tiba, pantai akan dipenuhi dengan gelombang migrasi penyu untuk bertelur. Meski terpencil dari keriuhan kota, Desa Camar Bulan memiliki beberapa penginapan dan cottege yang memadai dilengkapi penyewaan alat snorkeling bagi yang ingin menikmati wisata bawah laut.

Setelah asyik bercakap-cakap dan mengambil gambar, penulis diajak oleh salah seorang warga untuk mengelilingi desa mereka. Menggunakan motor ala kadarnya, perjalanan menempuh jembatan tradisional milik nelayan serta kontur alam yang terjal, hingga akhirnya kami tiba di Teluk Atong. Setelah mengambil beberapa gambar, penulis kembali bertolak ke dermaga Camar Bulan.


 Sumber Gambar: Mursalin
Jakarta, kota yang sangat terkenal dengan kesibukan sehari-harinya sangatlah membuat siapa saja mengharapkan berada ditempat liburan setiap harinya, tentunya untuk melepaskan penat. Belum banyak yang mengetahui bahwa di Jakarta terdapat sebuah wilayah kecil yang menyugukan panorama alam yang luar biasa indah dan itu adalah Pulau Seribu. Pulau Seribu yang terdiri atas gugusan pulau-pulau kecil yang jaraknya tidak terlalu jauh menyajikan pemandangan yang berbeda dengan Kota Jakarta.

Pulau Seribu saat ini merupakan salah satu destinasi wisata favorit di JABODETABEK, dikarenakan hampir setiap minggunya ribuan wisatawan lokal menyerbu tempat-tempat di Pulau Seribu. Terdapat beberapa pulau yang menjadi pusat tujuan wisata di pulau seribu diantaranya : Pulau Pari, Pulau Tidung, Pulau Harapan, Pulau Pramuka, Pulau Untung Jawa. Pulau-pulau diatas adalah tempat yang indah namun anda tidak perlu merogoh kantong anda terlalu dalam dikarenakan paket traveling ke pulau-pulau tersebut mulai dari 300-800 ribu per orang dan itupun dihitung dari banyaknya orang yang ikut, semakin banyak yang ikut maka harga paket akan semakin murah. Dan jika anda ingin berwisata sambil mengenal lebih dekat alam maka di Pulau seribu terdapat satu pulau yaitu di Pulau Rambut.

Pulau Rambut merupakan salah satu pulau kecil yang saat ini telah menjadi suaka margasatwa, di dalamnya anda akan disuguhkan dengan berbagai jenis burung dari berbagai spesies dari data tahun 2014 Suaka Margasatwa. Pulau Rambut memiliki tingkat keanekaragaman tinggi khususnya untuk jenis burung. Pada musim berbiak, di pulau ini bisa terdapat sekitar 24.000 spesies burung dan 4.500 spesies burung pada musim lainnya,sehingga sering kali Pulau Rambut disebut dengan Pulau Surga Burung (Rambut Island of Sanctuary Birds), orang Belanda menjulukinya Nidelberg. Adapun jenis burung yang terdapat di suaka margasatwa ini seperti Cangak Abu (Ardea cinerea), Pecuk Ular (Anhinga melanogaster), Bluwok (Mycteria cinerea), Kowak Malam (Nycticorax nicticorax), Cangak Merah (Ardea purpurea), Kuntul besar (Egretta alba), Kuntul kecil (Egretta garzetta), Kuntul sedang (Egretta intermedia), Kuntul karang (Egretta sacra), Kuntul Kerbau (Bubulcus ibis), Roko-roko (Plegadis falcinellus), Pelatuk Besi (Threskiornis melanocephalus) dan sebagainya.


Menusa Community

Menusa Community

NULIS BABE NEWS

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis
Mengintip Nusantara. Diberdayakan oleh Blogger.

Total Pengunjung

Projek Kami

Sekolah Online Menusa Community

Jenis Tulisan

Mengintip Nusantara (64) Nusantara (35) Menusa (21) Anak Indonesia (14) Komunitas (13) Wisata Indonesia (13) Film Indonesia (9) Kuliner (5) Prestasi (4) Pulau (3) Tips (3) Beasiswa (2) Blog (1) Kirim Naskah (1)

Email Kami

Kirimkan kritik dan saran anda ke mengintip nusantara redaksi di mengintipnusantararedaksi@gmail.com

Tim Menusa

Tim Menusa
Semua isi web ini dikelola oleh tim menusa creative management. Hubungi Menusa Creative Management sebagai media partner anda. 08992458233