Tampilkan postingan dengan label Malang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Malang. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Januari 2017

doc. from Almira, Mengintip Nusantara


Hirup sejuk angin pagi membawa kesegaran dan semangat untuk kembali menjalani rutinitas. Ya, tepatnya rutinitas yang dijalani para relawan Ruang Sinau 3 di setiap Sabtunya. Ruang Sinau adalah salah satu project tahunan Turun Tangan Malang dalam bidang pendidikan. Tujuannya yakni untuk membantu SD di Malang dalam tenaga pendidikan, baik akademik maupun non-akademik. Menjelang akhir 2016 ini, Ruang Sinau sudah menginjak yang ketiga. Nah, kali ketiga Ruang Sinau ini dilaksanakan di SD-SMP Satu Atap Donowarih, kecamatan Karangploso, kabupaten Malang, Jawa Timur. Lokasinya tak jauh dari kota Malang. Jika ditempuh dengan motor dengan kecepatan rata-rata bisa menghabiskan waktu kurang dari 1 jam. Di SD-SMP Satu Atap Donowarih ini, ada dua jenjang sekolah, yaitu SD Negeri Donowarih 2 Karangploso dan SMP Negeri 2 Karangploso.

Tiga bulan di Ruang Sinau 3 kali ini dititikberatkan pada pendidikan non-akademik, tepatnya keterampilan. Harapannya, adik-adik disini bisa mengembangkan bakat dan minatnya dengan bantuan dari kakak-kakak relawan disamping pemberian pendidikan akademik oleh guru di sekolah. Ada tujuh kelas keterampilan yang disediakan di Ruang disini. Ketujuh kelas tersebut yakni menulis, menggambar, sepak bola, bola voli, paduan suara, bahasa inggris, dan menari. Para murid antusias sekali dalam belajar di setiap minggunya.

Hingga tiba saat dimana project harus diakhiri, tepatnya pada 17 Desember 2016. Kini, para murid telah memiliki percaya diri dan kemampuan yang mumpuni untuk menunjukkan bakat dan minatnya di hadapan teman, guru, dan para wali murid. Ya, di akhir program ini diadakan acara pentas seni yang juga bertepatan dengan pembagian rapor kepada wali murid.

Hiasan kertas warna-warni di gerbang sekolah dan dekorasi panggung yang apik nan meriah memberi nyawa yang lebih pada halaman sekolah yang nampak kering tersebut. Tepat pukul 10.00 WIB acara pentas seni dimulai. Layaknya acara sekolah lainnya, acara dibuka dengan sambutan kepala sekolah. Dalam sambutannya, kepala sekolah berpesan bahwa semoga adik-adik disini bisa menyerap dan memanfaatkan ilmu yang telah diajarkan oleh kakak-kakak relawan dengan baik.

Acara dilanjutkan dengan penampilan dari ketujuh kelas keterampilan di Ruang Sinau 3 ini. Penampilan pertama datang dari kelas bahasa inggris. Kali ini, kelas bahasa inggris menyuguhkan pembacaan surat berbahasa inggris yang berjudul “A Letter to Teacher”. Selanjutnya disusul oleh kelas menggambar. Kali ini kelas menggambar tidak menampilkan pagelaran pentas yang atraktif. Namun, yang ditampilkan adalah kreasi gambar dari para murid, yaitu lukisan layang-layang yang sekaligus dibawakan dengan nyanyian oleh kelas paduan suara.

Selain menyanyikan lagu layang-layang yang dikolaborasikan dengan kelas menggambar, juga disenandungkan lagu Hymne Guru, Satu Nusa Satu Bangsa, dan Ampar-Ampar Pisang. Harapannya, agar anak-anak tetap bisa menyanyikan lagu-lagu wajib nasional, lagu daerah, dan lagu anak-anak disamping sudah semakin menjalarnya lagu kekinian yang mereka sering nyanyikan. Dari kelas menulis menampilkan puisi yang dibawakan oleh dua murid kelas 2 dan 3 dengan judul “Guruku” dan dua murid kelas 2 SMP yang berjudul “Pelajaran Tata Bahasa dan Mengarang” karya Taufiq Ismail. Kelas menari mengerahkan penari-penari manis dan gemulainya untuk membawakan tarian Ongkek Manis yang memukau para penonton. Untuk kelas sepak bola, bola voli, bahasa inggris, dan menggambar seminggu sebelum pentas seni telah melakukan kompetisi. Sehingga di pentas seni kali ini hanya diumumkan siapa juaranya dan pemberian hadiah. Acara ini ditutup dengan menyanyikan lagu Laskar Pelangi bersama-sama dan juga flashmob dance gummy bear yang dipandu oleh kakak-kakak relawan bahasa inggris.

Kemeriahan tidak hanya terbatas dengan gema acara di panggung, tapi juga di salah satu sudut ruang kelas. Memang ada satu ruang yang dikhususkan untuk pameran. Didalamnya, siapapun bisa melihat rangkaian kegiatan para murid dan relawan setiap Sabtu dalam tiga tersebut. Selain itu, juga ada dongeng session yang dibawakan oleh komunitas Gendong Malang. Dalam kisahnya kali ini, pesan moral yang disampaikan yaitu adik-adik harus belajar dengan sungguh-sungguh supaya berhasil dan tidak menyontek pekerjaan teman.

Ilmu itu tidaklah instan, mari menebar benih itu sedini mungkin agar tidak terlambat untuk menikmati hasilnya. Juga sebab keterampilan akan memberi nilai lebih pada seseorang, maka mari bersama-sama menyalurkan keterampilan yang kita miliki untuk sekitar yang lebih baik. Ayo, turun tangan !
 
Penulis
Almira Sifak Fauziah Narariya
Peminat astronomi yang tak hanya berkutat dengan astronomi.



Jumat, 19 Agustus 2016

Indonesia memang kaya akan budaya. Tak hanya budaya secara penampilan panggung saja, namun juga mencakup cerita-cerita yang hadir dalam masyarakat.

Termasuk pula dalam disiplin ilmu. Salah satunya yakni astronomi. Mungkin anda masih bingung membayangkan hubungan antara budaya dan astronomi. Sebetulnya mudah saja. Bagian yang dipelajari dalam astronomi diantaranya yakni bintang, bulan. Dalam rasi bintang yang ada di langit saja sudah banyak versi cerita menurut masyarakat di berbagai tempat. Misal cerita yang hadir mengenai Orion dan Scorpion, dimana jika salah satu dari keduanya nampak benderang, maka satunya meredup. Tak hanya itu, rasi-rasi bintang tersebut dahulu digunakan sebagai penanda musim dan arah.

Berawal dari sana, salah satu komunitas astronomi di Malang yakni KAPELA(Komunitas Pengamat Langit) ingin mengenalkan astronomi ke masyarakat umum. KAPELA sejatinya adalah wadah saling sharing astronomi bagi seluruh mahasiswa Universitas Negeri Malang. Meskipun hanya terbatas dalam lingkup itu saja, namun ketika melakukan pengamatan, boleh juga diikuti oleh umum.

Komunitas berakun Instagram @kapela.um ini terbentuk atas kuatnya tekad memerjuangkan astronomi di daerah khususnya Malang. Dibentuk oleh empat mahasiswa geografi UM yakni Vika Nurul Karamah, Hendra Agus Prastyo, Sandy Ramadhani, dan Ali Rodiansyah pada Februari 2015. Nama KAPELA sebetulnya juga terinsiprasi dari Rasi Bintang Capella, bintang paling terang di Rasi Auriga. 

Lambat laun, akhirnya mereka berhasil mengumpulkan mahasiswa-mahasiswa UM yang juga memiliki ketertarikan yang sama. Kini sudah ada 56 anggota aktif dalam komunitas yang berada dibawah naungan Malang Astronomy Club(MAC) ini. Tak sebatas pada jurusan Fisika dan Geografi saja, tapi anggota KAPELA berasal dari berbagai jurusan di UM. 

Gejolak aspirasi menyuarakan astronomi untuk lebih dikenalkan kepada para mahasiswa sangat kuat. Sehingga bahan bakar tersebut mendorong roket KAPELA untuk mampu melesat jauh. Dibawah kepemimpinan pemimpin ke-2, kapten Hendra Agus Prastyo, para astronot amatir KAPELA ini telah mengibarkan bendera astronomi di bumi Universitas Negeri Malang. Salah satunya yakni kegiatan sosialisi gerhana matahari 9 Maret 2016 lalu. Berbekal poster dan kacamata matahari, para pejuang langit tersebut mendatangi dan menjelaskan kepada para mahasiswa mengenai segala sesuatu tentang fenomena tersebut. 

Dengan alat-alat yang dimiliki, para punggawa KAPELA siap mengagumi keindahan langit dengan menggunakan teleskop reflector dan green laser. Pengamatan malam hari biasanya dimulai ba’da Isya’ hingga Subuh di lapangan A2 Universitas Negeri Malang. Pengamatan hanya dilakukan ketika ada event-event astronomis saja. Namun jangan khawatir, karena setiap bulan setidaknya ada lebih dari 5 event.

Penulis
Almira Sifak Fauziah Narariya
Peminat astronomi yang tak hanya berkutat dengan astronomi.
 


Jumat, 22 Juli 2016

Tidak akan ada habisnya jika membahas tentang pantai di wilayah Malang. Ada banyak sekali pantai dengan keindahan yang ditawarkan, salah satunya adalah Pantai Gatra. Walaupun masih terbilang baru dikelola, namun daya tariknya mampu bersaing dengan pantai-pantai di sekitarnya.

Perjalanan yang memakan waktu kurang lebih 2 jam jika dari Malang ini membuat mata takjub dengan keindahan alam selama perjalanan. Pasalnya, hamparan sawah, hutan dan tebing mampu memanjakan mata dari siapapun yang melakukan perjalanan ke pantai satu ini. Pantai Gatra memiliki pintu masuk yang menjadi satu dengan Pantai Clungup dan Pantai Tiga Warna.

Sebelum menemukan pantainya, wisatawan dimanjakan dengan konservasi mangrovenya, karena dulu sebenarnya kawasan Pantai Gatra adalah hutan lebat mangrove.

Pantai Gatra juga termasuk pantai yang sangat bersih dari sampah pengunjung. Hal ini disebabkan pengelola mengutamakan penjagaan kelestarian, dan tidak mementingkan seberapa banyak pengunjung yang datang.


Untuk masuk Pantai Gatra, para wisatawan dikenakan biaya Rp 6000,00. Uang ini akan didonasikan untuk membiayai proyek kelanjutan konservasi mangrove. Tidak hanya membayar, Selanjutnya para pengunjung diwahjibkan membuat daftar barang yang dibawa oleh pengunjung yang akan berpeluang akan menjadi sampah serta mereka akan menghimbau para pengunjung agar mereka membawa kembali semua sampah yang mereka hasilkan.
 
Demikianlah referensi salah satu tempat wisata indah tersembunyi di Indonesia. Mari lestarikan alam Indonesia!

(Afwega Bagas K.P, Universitas Brawijaya: Aneka Sumber)

Berbicara soal kuliner, tidak akan ada habisnya karena kenikmatan kuliner tidak pernah lekang oleh waktu hehe. Nah salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia adalah Mi. Apalagi jika ada pesona rasa pedas, pasti siapapun yang doyan pedas langsung menyerbu. Uniknya si penakut pedas juga tetap antri makanan satu ini karena ada pilihan rasa mi tanpa pedas yang tetap menggoyang lidah dengan bumbu khasnya.
Mi apa sih ?

Ini dia, Mi Jogging

Berlokasi di Kota Malang, pilihan makanan pedas, hangat dan gurih memang cocok menemani dinginnya suasana kota indah ini. Akhir-akhir ini kreasi makanan mie pedas mulai masuk ke wilayah kota Malang dengan aneka rasa yang khas di tiap kafe Mi yang tersedia. Salah satu Mi yang termasuk idola warga malang adalah Mi Jogging.

Masih teringat ketika pertama kali rela antre cukup lama degan para manusia-manusia yang benar-benar lapar kala sore itu, dan alhasil Mi Jogging akhirnya sampai di meja dengan penampilan yang sungguh menggiurkan.
source gambar: http://2.bp.blogspot.com/

Mi yang legit di lidah dipadukan dengan  bumbu gurih plus taburan daging ayam cincang, ati ayam cincang dan daun bawang. Rasa enak semakin menggelegar saat ditambah topping seperti udang, scallop dll sesuai keinginan kita. 

Tidak lupa dong pangsit lebar menyerupai mangkuk menjadi teman santap Mi Pedas yang semakin maknyus.  Untuk level pedas di Mi Jogging disebut Temperature, nah tingkatannya ada normal, nggreges, demam, menggigil sampai step! Pilihan minuman pun beraneka ragam, dari lemon tea, teh tarek, es choco taro sampai es woles. Masih banyak deh varian minuman yang bisa kamu icip.  Sebagai tips nih, jangan lupa menambah nikmatnya Mi Jogging dengan memesan Super Dimsum. Cocok banget kan perpaduan Mi Pedas dan dimsum ? Maknyuss pokoknya. 

Untuk lokasi Mi Jogging yang berada di Malang tepatnya di Jl. Soekarno Hatta No.24 dan  Jl. Raya Tlogomas (Depan SPBU UMM). Terus buka jam berapa nih ? Kabar gembiranya, mi jogging buka setiap hari dari jam 10 pagi sampai 10 malam.

Sebagai penggila Mi Jogging, kadang aku makan untuk sarapan juga. Enggak bahaya tuh makan pedes? Khusus sarapan pesen aja mi angel alias yang tanpa pedes. Tetep enak kok. Cuma buat kamu yang pendekar pedes alias kuat pedes, langsung aja tantang diri kamu mencoba level STEP !


Selamat ber huh-hah ria bersama Mi Jogging.

Canna Paranita, Bachelor Bussiness Administration Universitas Brawijaya

Kamis, 30 Juni 2016

Bulan puasa akan berakhir dalam beberapa hari lagi. Umat Muslim di Seluruh Dunia berlomba-lomba mendapatkan amalan terbaik guna mendapatkan kebaikan disisi-Nya. Setiap orang berlomba-lomba untuk mendapatkan bekal menuju surga-Nya. 


Indahnya Berbagi
Dok. Afwega 
Hipwee Malang adalah salah satu dari banyak komunitas yang berada di Malang. Di Bulan Ramadhan ini, Hipwee Malang mengadakan event bertajuk Piknik Kebaikan, yakni wadah dari Hipwee Malang yang didukung oleh Hipwee pusat (bertempat di Jakarta) untuk berbagi kebaikan kepada sekeliling. Dengan mengundang beberapa komunitas di Malang, serta beberapa kontributor setia Hipwee di Malang, acara yang berlangsung pada hari Minggu lalu (26/06/2016) berlangsung dengan menyenangkan.

Acara dimulai sekitar pukul 15.00 WIB dengan briefing yang bertempat di HR’D Comic CafĂ©. Para peserta yang terdiri dari beberapa komunitas di Malang dan contributor Hipwee Malang, akan dibagi menjadi 3 kelompok. Para peserta dibekali uang senilai Rp 50.000,00. Dengan uang tersebut, para peserta harus membuat suatu kebaikan yang menular bagi masyarakat di sekitar Kampung Ramadhan, Suhat, Malang.
Hipwee Malang
Dok. Afwega
Keunikan para peserta terlihat dari cara mereka melakukan kebaikan. Mulai dari membantu mendorong gerobak jualan seorang pedagang, membantu mendorong motor yang bannya bocor, hingga membagikan takjil gratis. Sayangnya mereka diberikan waktu hanya selama kurang lebih satu jam untuk berbuat baik di Kampung Ramadhan.

Keseruan Acara Hipwee Malang
Dok. Afwega 
Setelahnya, acara dilanjutkan dengan presentasi hasil kebaikan dan pengumuman kelompok pemenang. Namun serangkaian acara belum berakhir tanpa kegiatan tulis-menulis artikel. Acara berlangsung sangat seru. Dengan Hipwee, kita belajar bahwa kebaikan dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan cara-cara para peserta diatas. Tidak ada konsepan untuk berbuat kebaikan, semua mengalir begitu saja. 

Biodata Penulis
Afwega, Universitas Brawijaya.
Seorang yang aktif dalam berbagai organisasi dan suka traveling. Baginya, berusaha keras adalah sesuatu yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan hidup. 

Menusa Community

Menusa Community

NULIS BABE NEWS

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis
Mengintip Nusantara. Diberdayakan oleh Blogger.

Total Pengunjung

Projek Kami

Sekolah Online Menusa Community

Jenis Tulisan

Email Kami

Kirimkan kritik dan saran anda ke mengintip nusantara redaksi di mengintipnusantararedaksi@gmail.com

Tim Menusa

Tim Menusa
Semua isi web ini dikelola oleh tim menusa creative management. Hubungi Menusa Creative Management sebagai media partner anda. 08992458233